FAKTABENGKULU.COM, BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus menggencarkan program perluasan kawasan hijau yang tidak hanya berfokus pada keasrian lingkungan, tetapi juga dirancang untuk mendongkrak perekonomian warga. Sebagai wujud nyata, Pemkot meluncurkan Gerakan Penghijauan Jalan Merapi Raya yang dipusatkan di halaman Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII), Kelurahan Kebun Tebeng, pada Jumat (9/10/2026).
Kegiatan lingkungan di Bumi Merah Putih ini berlangsung meriah dengan dihadiri langsung oleh pimpinan daerah, yakni Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing. Turut mendampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu Anshar Amin, jajaran Camat, Lurah, Kapolsek Ratu Agung, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus RT, hingga ibu-ibu tangguh dari Tim Penggerak PKK Kelurahan Kebun Tebeng.
Dukung Ekosistem Bebas Sampah Tak sekadar menanam pohon, Pemkot Bengkulu juga menunjukkan komitmennya terhadap kebersihan lingkungan. Dalam kesempatan yang sama, pemerintah menyerahkan bantuan kotak pemilahan sampah secara simbolis yang diperuntukkan bagi Masjid, Gereja, dan Polsek Ratu Agung. Bantuan ini diharapkan mampu memicu kesadaran pengelolaan sampah mandiri yang terintegrasi di kawasan tersebut.
Potensi ‘Tanah Surga’ Kebun Tebeng Pemilihan bibit alpukat dalam gerakan ini tentu bukan tanpa perhitungan matang. Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menjelaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada tingkat kesuburan tanah di kawasan tersebut yang sangat luar biasa.
“Penghijauan di Kebun Tebeng ini, khususnya alpukat, berdasarkan survei dan pengamatan tanah di sini subur sekali, istilahnya ‘tanah surga’. Tanaman mangga dan alpukat di sekitar sini tumbuh subur dan sudah berbuah. Oleh karena itu, kita tanam alpukat ini agar Kebun Tebeng semakin hijau dan asri,” jelas Dedy.
Ia juga menitipkan pesan penting agar bibit yang ditanam mendapat perhatian serius dari warga.
“Pohon ini butuh perawatan dan siraman setiap hari agar tumbuh baik. Nanti kalau sudah berbuah, hasilnya bisa menambah ekonomi keluarga, bahkan bila perlu dibuat produk-produk turunan alpukat khas Kebun Tebeng,” tambahnya dengan penuh optimisme.
Respons Atas Pesatnya Pembangunan Sementara itu, Kepala DLH Kota Bengkulu, Anshar Amin, menyoroti pentingnya ruang terbuka hijau yang belakangan mulai tergerus akibat masifnya pembangunan fisik. Gerakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mengembalikan napas segar di kawasan perkotaan.
“Akibat dampak pembangunan, kawasan penghijauan berkurang. Maka dari itu, gerakan ini dihidupkan kembali oleh Pak Lurah bersama kita semua untuk mengajak masyarakat berkolaborasi. Sebanyak 400 bibit pohon alpukat kita siapkan. Kita berharap ke depan, saat pohon-pohon ini tumbuh dan berbuah, Kebun Tebeng tidak hanya makin hijau tetapi juga membawa manfaat besar bagi warga,” tegas Anshar Amin.
Melalui inisiatif berkelanjutan ini, Pemkot Bengkulu menaruh harapan besar agar Kelurahan Kebun Tebeng dapat terus berkembang dan bertransformasi menjadi kelurahan percontohan yang asri, hijau, dan berdaya saing ekonomi.
(ABD)

















