KOTA BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Insiden kecelakaan tunggal kembali terjadi di jantung Kota Bengkulu. Sebuah unit minibus Daihatsu Grand Max dengan nomor polisi BD 1902 AI dilaporkan menghantam trotoar di kawasan Jalan S. Parman, Kelurahan Padang Jati, Kecamatan Ratu Samban pada Kamis pagi (22/1/2026).
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB ini dipicu oleh kelalaian pengemudi yang kehilangan fokus akibat menggunakan ponsel saat berkendara.
Menurut keterangan saksi mata di lokasi, Beni, mobil tersebut semula melaju normal dari arah Simpang Sekip menuju Tanah Patah. Namun, setibanya di lokasi kejadian, laju kendaraan mendadak tidak stabil.
“Mobil melaju seperti biasa, tapi tiba-tiba saja ban depannya naik ke atas trotoar. Benturannya cukup keras sampai trotoar itu runtuh,” ujar Beni kepada tim media.
Akibat hantaman tersebut, fasilitas publik berupa trotoar sepanjang kurang lebih tiga meter mengalami kerusakan parah. Material semen yang hancur sempat berserakan di badan jalan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Identitas pengemudi diketahui bernama Rizki Muharam, seorang warga Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Muara Bangkahulu. Di hadapan petugas, Rizki mengakui bahwa sesaat sebelum kejadian, konsentrasinya terpecah karena sedang melihat aplikasi peta (Google Maps) di ponselnya.
“Sopir mengaku kurang fokus karena melihat map di HP. Akibatnya, ia tidak sempat mengendalikan kemudi saat mobil mulai menyerong ke arah trotoar,”.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil mencakup kerusakan pada bagian depan kendaraan dan rusaknya fasilitas trotoar jalan.
Sesaat setelah kejadian, warga sekitar dan pengguna jalan lainnya langsung bergotong-royong membantu mengevakuasi mobil yang tersangkut di atas trotoar. Proses evakuasi memakan waktu sekitar 20 menit dengan cara mendorong mobil ke bahu jalan agar kemacetan tidak memanjang.
Tak lama kemudian, personel dari Polresta Bengkulu tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan arus lalu lintas, serta mendata kerugian yang ditimbulkan.
Pesan Keselamatan Berkendara: Kecelakaan ini menjadi pengingat keras bagi warga Kota Bengkulu untuk tidak menggunakan ponsel dalam bentuk apa pun saat sedang mengemudi. Penggunaan peta digital sebaiknya menggunakan alat bantu holder ponsel atau berhenti sejenak di tempat yang aman jika harus mengoperasikan perangkat navigasi.
(ABD)












