SELUMA – Bantuan Sosial Kesejahteraan Rakyat (Bansos Kesra) yang seharusnya menjadi penopang ekonomi warga miskin di Desa Padang Kuas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, kini diwarnai dugaan praktik pungutan liar (Pungli) oleh oknum perangkat desa.
Para penerima Bansos Kesra mengeluhkan adanya pemotongan dana sebesar Rp 100 ribu setelah mereka mencairkan bantuan tersebut di Kantor Pos Desa Cahaya Negeri, Kecamatan Sukaraja.
Menurut pengakuan seorang warga penerima, Pesi Novianti, pemotongan tersebut beralasan sebagai ongkos ojek untuk pengambilan Bansos di Kantor Pos dan tanda ucapan terima kasih karena penerima telah mendapatkan bantuan.
Pesi menambahkan, sudah ada sekitar 5-6 orang penerima yang mengakui telah dipungut, bahkan salah satunya adalah penerima yang memiliki disabilitas.
“Kasihan lagi, ada penerima yang mengalami disabilitas ikut di pungut oleh oknum perangkat desa ini,” ujar Pesi pada Jumat, 12 Desember 2025.
Menanggapi keluhan ini, warga Desa Padang Kuas telah menggelar audensi di Kantor Desa yang turut dihadiri Kepala Desa. Rencananya, audensi lanjutan akan dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025, dengan menghadirkan langsung para penerima dan oknum perangkat desa yang diduga melakukan pungli.
Warga juga menyoroti masalah Bansos lain di Desa Padang Kuas, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), yang dinilai tidak tepat sasaran.
“Kami mohonlah dinas terkait untuk menindaklanjuti ini. Berantaslah dulu oknum-oknum mafia Bansos ini, agar Bansos yang dikucurkan pemerintah tepat sasaran,” tuntut Pesi Novianti.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Seluma, Elian Suandi, menanggapi tegas kasus ini. Ia menekankan bahwa tidak dibenarkan adanya pemotongan Bansos dalam bentuk atau alasan apa pun, karena bantuan tersebut adalah dana tunai pemerintah yang ditujukan langsung kepada masyarakat yang berhak.
”Tidak dibenarkan adanya pemotongan ini. Ini menyalahi. Oknum yang melakukan pemotongan saya minta segera mengembalikan, jika tidak ingin diproses hukum,” tegas Elian Suandi.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Padang Kuas, Sulaiman, belum memberikan konfirmasi terkait dugaan pungli Bansos BLT Kesra di wilayahnya.
(ABD)












