Menu

Mode Gelap
Waspada! Pecah Rekor 1.250 Pelanggar Terjaring ETLE di Bengkulu dalam Sehari, Helm Jadi Sorotan Utama Cegah “Getok Harga” Saat Lebaran 2026, Pemkot Bengkulu Tebar Spanduk HET di 10 Destinasi Wisata Unggulan Pastikan Lebaran Bebas Sampah, Pemkot Bengkulu Kerahkan 200 Pasukan Oranye ke Titik Vital Tragedi di Sungai Manjuto: Pencari Lokan di Mukomuko Hilang, Diduga Diterkam Buaya Duka Menjelang Lebaran: Rumah Tukang Ojek di Talang Benih Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 200 Juta Tak Ada Ampun bagi Pelaku ‘Getok Harga’ di Pantai Panjang, Dedy Wahyudi: Jangan Rusak Citra Bengkulu!

Headline

Dugaan Pungli Bansos Kesra di Desa Padang Kuas Seluma: Perangkat Desa Diduga Pungut Rp 100 Ribu dari Penerima

badge-check


Dugaan Pungli Bansos Kesra di Desa Padang Kuas Seluma: Perangkat Desa Diduga Pungut Rp 100 Ribu dari Penerima Perbesar

SELUMA – Bantuan Sosial Kesejahteraan Rakyat (Bansos Kesra) yang seharusnya menjadi penopang ekonomi warga miskin di Desa Padang Kuas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, kini diwarnai dugaan praktik pungutan liar (Pungli) oleh oknum perangkat desa.

​Para penerima Bansos Kesra mengeluhkan adanya pemotongan dana sebesar Rp 100 ribu setelah mereka mencairkan bantuan tersebut di Kantor Pos Desa Cahaya Negeri, Kecamatan Sukaraja.

Menurut pengakuan seorang warga penerima, Pesi Novianti, pemotongan tersebut beralasan sebagai ongkos ojek untuk pengambilan Bansos di Kantor Pos dan tanda ucapan terima kasih karena penerima telah mendapatkan bantuan.

​Pesi menambahkan, sudah ada sekitar 5-6 orang penerima yang mengakui telah dipungut, bahkan salah satunya adalah penerima yang memiliki disabilitas.

“Kasihan lagi, ada penerima yang mengalami disabilitas ikut di pungut oleh oknum perangkat desa ini,” ujar Pesi pada Jumat, 12 Desember 2025.

Menanggapi keluhan ini, warga Desa Padang Kuas telah menggelar audensi di Kantor Desa yang turut dihadiri Kepala Desa. Rencananya, audensi lanjutan akan dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025, dengan menghadirkan langsung para penerima dan oknum perangkat desa yang diduga melakukan pungli.

​Warga juga menyoroti masalah Bansos lain di Desa Padang Kuas, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Kami mohonlah dinas terkait untuk menindaklanjuti ini. Berantaslah dulu oknum-oknum mafia Bansos ini, agar Bansos yang dikucurkan pemerintah tepat sasaran,” tuntut Pesi Novianti.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Seluma, Elian Suandi, menanggapi tegas kasus ini. Ia menekankan bahwa tidak dibenarkan adanya pemotongan Bansos dalam bentuk atau alasan apa pun, karena bantuan tersebut adalah dana tunai pemerintah yang ditujukan langsung kepada masyarakat yang berhak.

​”Tidak dibenarkan adanya pemotongan ini. Ini menyalahi. Oknum yang melakukan pemotongan saya minta segera mengembalikan, jika tidak ingin diproses hukum,” tegas Elian Suandi.

​Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Padang Kuas, Sulaiman, belum memberikan konfirmasi terkait dugaan pungli Bansos BLT Kesra di wilayahnya.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Waspada! Pecah Rekor 1.250 Pelanggar Terjaring ETLE di Bengkulu dalam Sehari, Helm Jadi Sorotan Utama

22 Maret 2026 - 18:59 WIB

Cegah “Getok Harga” Saat Lebaran 2026, Pemkot Bengkulu Tebar Spanduk HET di 10 Destinasi Wisata Unggulan

22 Maret 2026 - 18:57 WIB

Tragedi di Sungai Manjuto: Pencari Lokan di Mukomuko Hilang, Diduga Diterkam Buaya

18 Maret 2026 - 19:42 WIB

Duka Menjelang Lebaran: Rumah Tukang Ojek di Talang Benih Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 200 Juta

18 Maret 2026 - 19:39 WIB

Tak Ada Ampun bagi Pelaku ‘Getok Harga’ di Pantai Panjang, Dedy Wahyudi: Jangan Rusak Citra Bengkulu!

18 Maret 2026 - 19:36 WIB

Trending di Ekonomi