Menu

Otomatis
Breaking News

Headline

Drama Penemuan Bayi di Jembatan Padang Guci: Terungkap Motif Sang Ibu dan Pengakuan Saksi

badge-check

Drama Penemuan Bayi di Jembatan Padang Guci: Terungkap Motif Sang Ibu dan Pengakuan SaksiPerbesar

KAUR, FaktaBengkulu.com – Kasus penemuan bayi perempuan yang menggegerkan warga di bawah Jembatan Padang Guci, Kabupaten Kaur, mulai menemui titik terang. Bukan sekadar pembuangan bayi biasa, peristiwa ini ternyata menyimpan drama keluarga yang menyayat hati dan upaya penyelamatan nyawa yang darurat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi, ibu dari bayi tersebut, berinisial FA (21), saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Hasanuddin Damrah (HD) Manna karena mengalami pendarahan hebat pasca-persalinan.

Kepala Desa Tanjung Kemuning 1, Winda Munandar, mengonfirmasi bahwa FA adalah warganya. Terungkap fakta mengejutkan bahwa sebelum kejadian, FA sempat terlibat perselisihan sengit dengan orang tuanya.

“FA sempat cekcok dengan orang tua malam sebelum kejadian. Ia meminta izin untuk menikah namun tidak direstui. Setelah itu, ia pergi dari rumah,” ujar Winda kepada awak media, Rabu (14/1/2026).

Pengakuan Dua Pria yang Diamankan: “Bukan Ingin Membuang”

Polres Bengkulu Selatan telah mengamankan dua orang pemuda, berinisial SA (20) dan HA (18), yang saat itu mendampingi FA. Berdasarkan keterangan awal pihak kepolisian, bayi tersebut diletakkan di bawah jembatan bukan dengan maksud dibuang secara sengaja untuk ditinggalkan.

Kanit PPA Satreskrim Polres Kaur, Ipda Jelpimon, menjelaskan bahwa lokasi persalinan sebenarnya bukan di jembatan tersebut.

“Keterangan yang kami dapat, mereka meletakkan bayi itu di sana untuk sementara karena fokus menyelamatkan nyawa sang ibu yang mengalami pendarahan serius. Niat awalnya adalah membawa ibu bayi ke fasilitas kesehatan secepat mungkin,” jelas Ipda Jelpimon.

Plt Direktur RSUD HD Manna, Emrusmadi, membenarkan bahwa FA dirujuk dari Puskesmas Talang Randai dalam kondisi lemah akibat kehilangan banyak darah.

“Saat ini sang ibu dirawat di Ruang Bersalin Mawar. Kondisinya sudah mulai stabil namun masih memerlukan pemantauan medis,” kata Emrusmadi.

Di sisi lain, pihak keluarga FA yang mendampingi di rumah sakit masih enggan memberikan komentar lebih lanjut kepada awak media terkait insiden ini.

Meskipun pengakuan awal merujuk pada upaya penyelamatan ibu, pihak Kepolisian Resor Kaur tetap melakukan pendalaman kasus. SA dan HA kini telah dibawa ke Mapolres Kaur untuk dimintai keterangan lebih lanjut guna memastikan apakah ada unsur tindak pidana penelantaran anak atau murni situasi darurat medis.

Kasus ini menjadi sorotan luas di media sosial, mengingatkan kembali pentingnya komunikasi keluarga dan penanganan medis yang tepat dalam situasi persalinan darurat.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sinergi PKK Kota Bengkulu di HKG ke-54, Kokohkan Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

27 Agu 2026 - 19:02 WIB

Sinergi PKK Kota Bengkulu di HKG ke-54, Kokohkan Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Menuju Generasi Bebas Stunting: Pemkot Bengkulu Perkuat Konvergensi Kebijakan Nasional

27 Agu 2026 - 18:58 WIB

Menuju Generasi Bebas Stunting: Pemkot Bengkulu Perkuat Konvergensi Kebijakan Nasional

Dedy Wahyudi Sentuh Hati Pekerja Sosial, Ratusan Penggali Kubur dan Duda di Bengkulu Terima Sembako

27 Agu 2026 - 18:51 WIB

Dedy Wahyudi Sentuh Hati Pekerja Sosial, Ratusan Penggali Kubur dan Duda di Bengkulu Terima Sembako

Pemkot Bengkulu Peringati Maulid Nabi 1448 H: Jadikan Akhlak Rasulullah Sebagai Kompas di Era Modern  

26 Agu 2026 - 19:01 WIB

Pemkot Bengkulu Peringati Maulid Nabi 1448 H: Jadikan Akhlak Rasulullah Sebagai Kompas di Era Modern   

Semarak Jambore PKK 2026, TP PKK Kota Bengkulu Unjuk Gigi di Ajang Tingkat Provinsi 

26 Agu 2026 - 18:57 WIB

Semarak Jambore PKK 2026, TP PKK Kota Bengkulu Unjuk Gigi di Ajang Tingkat Provinsi 
Trending di Headline