Menu

Mode Gelap
Ramadansyah Anggota DPRD Seluma Wafat, Ketua Fraksi PAN Sampaikan Duka Cita Tarik Minat Investor, BPKP Bengkulu Perketat Pengawasan Perizinan Usaha: Jangan Ada yang Ditutupi! Anggaran THR ASN dan PPPK Kota Bengkulu 2026 Sudah Siap, Pencairan Tinggal Tunggu “Lampu Hijau” Pusat Semarakkan Balai Kota Merah Putih, Ratusan Murid TK Ikuti Senam ‘7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat’ Kuasa Hukum Desak Kasus Dugaan Penganiayaan Guru Besar UNIB Segera Disidangkan Siswa SMAN 1 Kota Bengkulu Jadi Korban Perundungan, DP3AP2KB Terjunkan Psikolog Kawal Pemulihan AA

Ekonomi

DPRD Kota Bengkulu Sebut Perumdam Rugi Miliaran Rupiah, Kepala Kejari Bengkulu : Kita Akan Cek !

badge-check


					DPRD Kota Bengkulu Sebut Perumdam Rugi Miliaran Rupiah, Kepala Kejari Bengkulu : Kita Akan Cek ! Perbesar

Kota Bengkulu – Permasalahan di tubuh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Hidayah Kota Bengkulu terus menjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat. Mulai dari pelayanan publik yang kurang maksimal sampai dengan kerugian yang melanda perusahaan daerah tersebut.

Usulan ganti Direktur Utama pun telah dilayangkan oleh DPRD Kota Bengkulu. Diantaranya dari Kusmito Gunawan Anggota DPRD Kota Bengkulu yang juga Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Kerugian ini disinyalir karena membengkaknya anggaran untuk gaji pegawai di lingkungan Perumdam Tirta Hidayah yang diduga tidak sesuai dengan rumusan antara jumlah pelanggan dengan jumlah karyawan. Sehingga membludaknya jumlah karyawan di Perumdam ini menjadi tanda tanya besar. Sehingga publik mempertanyakan proses rekruitmen pegawai PDAM ini yang sudah tidak lagi proporsional.

“Jumlah pegawai di Perumdam lebih dari 300 orang, idealnya adalah sekitar 200 an orang. Jumlah pegawai idealnya adalah 6 pegawai untuk 1.000 pelanggan, sementara jumlah pelanggan Perumdam Tirta Hidayah saat ini sekitar 41 ribu. Artinya jumlah pegawai sudah jauh dari kebutuhan”, tegas Kusmito.

Poin paling penting juga menurut Kusmito adalah saat ini Perumdam Tirta Hidayah mencatat kerugian, yakni sebesar 3 Miliar. Padahal perumdam Tirta Hidayah ini menjadi satu-satunya perusahaan yang menyuplai air di kota Bengkulu ini. Dalam hukum bisnis hal ini menjadi tidak masuk akal, kecuali memang ada kebocoran didalam pelaksanaanya.

“Bagaimana mau bicara soal keuntungan, kalau kondisinya saat ini merugi”, ucap Kusmito.

Disisi lain, Kepala Kejari Bengkulu yang beberapa waktu lalu memperoleh penghargaan sebagai Satuan Kerja Terbaik Dalam Hal Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPP) se-Indonesia, ikut menanggapi terkait permasalahan yang ada di tubuh Perumdam Tirta Hidayah.

Kepala Kejari Bengkulu, Dr. Ni Wayan Sinaryati, S.H., M.H mengatakan kepada awak media faktabengkulu.com bahwa Kejari Bengkulu akan mengkroscek kerugian yang dialami Perumdam Tirta Hidayah adakah unsur kerugian keuangan negara dalam kasus ini.

“Kita cek ya pak,” tegas Kepala Kejari Bengkulu.

 

(DSR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tarik Minat Investor, BPKP Bengkulu Perketat Pengawasan Perizinan Usaha: Jangan Ada yang Ditutupi!

10 Februari 2026 - 19:01 WIB

Semangat ‘Yo Botoi-Botoi’ 2026: Tradisi Tarik Pukek Hidupkan Kembali Ruh Budaya Pesisir di Kota Tua Bengkulu

8 Februari 2026 - 20:39 WIB

Gubernur Resmikan Jembatan Matan di Seluma, Hendri Satrio: Pak Helmi Hasan Mencetak Sejarah!

6 Februari 2026 - 20:32 WIB

Konsisten Jaga Ikon Wisata, Polda Bengkulu Kembali Gelar Aksi GEMPAR IV di Pantai Panjang

6 Februari 2026 - 19:47 WIB

Komitmen Nyata, Wawali Dedy Wahyudi Boyong ASN Belanja Bareng di Kawasan KZ Abidin

5 Februari 2026 - 19:25 WIB

Trending di Ekonomi