MUKOMUKO, FaktaBengkulu.com – Memasuki tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) tancap gas dalam membenahi sektor pelayanan publik. Fokus utamanya tidak main-main, yakni melakukan optimalisasi besar-besaran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko guna mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan milik daerah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko, Jajad Sudrajat, SKM, menegaskan bahwa pembenahan RSUD menjadi rapor merah yang ingin segera dihijaukan. Menurutnya, RSUD Mukomuko merupakan ujung tombak rujukan kesehatan bagi warga “Kapuang Sati Ratau Batuah,” sehingga kualitasnya harus dipastikan prima.
“Tahun 2026 ini, kami berkomitmen penuh mendukung program Bapak Bupati untuk mengoptimalkan layanan kesehatan. Target besar kami adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada RSUD Mukomuko. Kami ingin warga merasa tenang dan terlayani dengan baik di rumah sakit sendiri,” ujar Jajad saat dikonfirmasi, Jumat (16/1).
Jajad menyadari bahwa tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang cepat dan berkualitas terus meningkat. Oleh karena itu, Dinkes Mukomuko telah memetakan beberapa indikator kunci yang akan segera dipenuhi untuk mendongkrak performa rumah sakit.
Beberapa poin krusial yang menjadi perhatian antara lain:
- Peningkatan Layanan Dokter Spesialis: Memastikan ketersediaan dan ketepatan waktu pelayanan dokter ahli.
- Percepatan Alur Pelayanan: Memangkas birokrasi dan waktu tunggu pasien agar lebih efisien.
- Modernisasi Fasilitas: Pemenuhan alat kesehatan dan sarana prasarana pendukung operasional rumah sakit.
“Agar rumah sakit bisa bergerak optimal, kami akan support apa yang menjadi kebutuhan mendesak mereka. Mulai dari indikator layanan spesialis hingga percepatan layanan operasional. Semua harus lebih responsif,” tambahnya.
Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya menjadi perbaikan jangka pendek, tetapi mampu menciptakan sistem kesehatan yang lebih tangguh di Kabupaten Mukomuko. Dinkes berharap, dengan fasilitas yang mumpuni dan tenaga medis yang sigap, RSUD Mukomuko dapat menjadi pilihan utama masyarakat tanpa harus jauh-jauh mencari pengobatan ke luar daerah.
“Optimalisasi ini adalah ikhtiar kita menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang efektif dan responsif bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” pungkas Jajad.
Langkah berani Dinkes Mukomuko ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini mendambakan perbaikan layanan di fasilitas kesehatan plat merah tersebut.
(ABD)









