BENGKULU, FAKTABENGKULU.COM –Langkah tegas diambil Satpol PP Provinsi Bengkulu dalam menjaga ketertiban umum dan masa depan generasi muda. Sebanyak puluhan pelajar tingkat SMA terjaring razia saat asyik nongkrong dan membolos di jam pelajaran sekolah pada Rabu, 21 Januari 2026.
Penertiban ini bukan tanpa alasan. Selain penegakan disiplin, langkah ini menjadi upaya preventif pemerintah daerah untuk menekan angka tawuran antar-pelajar serta mencegah keterlibatan remaja dalam tindak kriminalitas maupun pembentukan geng motor yang meresahkan.
Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Provinsi Bengkulu, Herman Sharial, mengungkapkan bahwa timnya menyisir titik-titik yang kerap menjadi tempat persembunyian pelajar saat jam sekolah. Salah satu lokasi utama adalah kawasan wisata sejarah Kampung Cina, tepatnya di sekitar warung “Tempo Dulu”.
“Kami kembali melakukan penertiban rutin. Di kawasan Kampung Cina, kami menemukan sekitar 30 anak sekolah setingkat SMA yang sedang bersantai dan merokok saat jam pelajaran berlangsung,” ujar Herman di Bengkulu.
Untuk mengantisipasi potensi tawuran yang kerap memakan korban, petugas tidak hanya mendata para pelajar, tetapi juga melakukan pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan. Tas dan saku para siswa diperiksa guna memastikan tidak ada benda terlarang seperti senjata tajam (sajam), narkoba, atau barang berbahaya lainnya.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan barang-barang yang mencurigakan atau melanggar hukum. Sejauh ini juga belum ada indikasi mereka tergabung dalam kelompok atau geng tertentu,” tambahnya.
Pembinaan Humanis: Olahraga Bersama dan Panggil Orang Tua
Berbeda dengan penindakan hukum biasa, Satpol PP Provinsi Bengkulu mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Alih-alih memberikan hukuman fisik yang keras, para pelajar ini diberikan pembinaan khusus.
Bentuk pembinaan yang dilakukan meliputi:
- Pendekatan Edukatif: Mengajak pelajar berolahraga bersama untuk menanamkan kedisiplinan.
- Pemanggilan Orang Tua: Satpol PP akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memanggil orang tua siswa yang terjaring.
- Sosialisasi: Memberikan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan demi mewujudkan “Generasi Emas” Bengkulu.
“Langkah memanggil orang tua ini sangat penting. Tujuannya agar orang tua tahu bahwa anak mereka tidak sampai ke sekolah, melainkan berada di luar lingkungan pendidikan saat jam belajar,” tegas Herman.
Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk terus memastikan anak-anak usia sekolah tetap berada di ruang kelas. Selain untuk meningkatkan kualitas SDM , pengawasan ketat ini diharapkan mampu meminimalisir potensi konflik remaja yang berujung pada tindak pidana.
Dengan adanya patroli rutin ini, diharapkan para pelajar lebih fokus pada pendidikan dan menjauhi pergaulan negatif yang dapat merusak masa depan mereka.
(ABD)









