BENGKULU, FAKTABENGKULU.COM – Sebuah langkah revolusioner diambil oleh Kodam XXI/Radin Inten dalam memperkuat kedaulatan pangan di wilayah Bumi Rafflesia. Pada Kamis (29/1/2026), aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama Centurion 21 resmi diluncurkan untuk memantau kondisi pangan secara real-time hingga ke tingkat desa.
Peluncuran yang berlangsung di Balai Perajurit Bengkulu ini dihadiri langsung oleh Danrem 041/Garuda Emas (Gamas), Brigjen TNI Jatmiko Aryanto. Centurion 21 diharapkan menjadi “mata digital” TNI untuk memastikan tidak ada lagi wilayah di Bengkulu dan Lampung yang luput dari pengawasan logistik pangan.
Bukan sekadar aplikasi pendataan biasa, Centurion 21 mengintegrasikan kecerdasan buatan dengan teknologi drone. Brigjen TNI Jatmiko Aryanto menjelaskan bahwa aplikasi ini akan menjadi sumber data utama yang diperbarui setiap saat oleh para Babinsa di lapangan.
“Melalui program ini, kita bisa tahu kondisi riil di lapangan dan melapor langsung ke Pangdam. Fokusnya adalah memonitor perkembangan pertanian di desa dan kelurahan,” ujar Jatmiko.
Salah satu fitur unggulannya adalah kemampuan prediksi. Jika di suatu wilayah produksi komoditas tertentu—seperti cabai atau beras—diprediksi menurun bulan depan, sistem AI akan memberikan peringatan dini.
“Dengan data ini, kita bisa melakukan upaya antisipasi lebih awal sebelum stok menipis atau harga melonjak di pasar,” tambahnya.
Dalam operasionalnya, TNI tidak bekerja sendiri. Kodam XXI/Radin Inten menjalin sinergi dengan berbagai pihak, di antaranya:
- Badan Pusat Statistik (BPS) untuk akurasi data.
- Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai pendamping teknis.
- Perguruan Tinggi untuk optimalisasi teknologi.
- Aparat Desa sebagai garda terdepan informasi.
Dengan pemantauan stok yang ketat, TNI berharap fluktuasi harga bahan pokok yang sering membebani masyarakat dapat ditekan seminimal mungkin.
Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi ini. Menurutnya, Centurion 21 adalah alat krusial untuk mendukung program ketahanan pangan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Pendataan yang akurat dan up-to-date sangat membantu Pemerintah Daerah dalam perencanaan strategi pangan. Ini adalah kolaborasi nyata antara Pemda dan TNI,” ungkap Mian.
Menariknya, Centurion 21 juga membuka ruang bagi masyarakat melalui fitur Lapor Pangdam. Layanan ini memungkinkan warga menyampaikan keluhan atau laporan langsung terkait kondisi wilayah mereka yang nantinya akan segera ditindaklanjuti oleh jajaran Kodam.
Transformasi digital ini menjadi bukti bahwa TNI semakin adaptif dengan teknologi demi memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas urusan “piring nasi” rakyat.
(ABD)












