MANNA, FAKTABENGKULU.COM – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Rifai Tajuddin terus tancap gas dalam meningkatkan kualitas hidup warganya. Tidak tanggung-tanggung, Bupati Rifai menargetkan sebanyak 1.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bakal tuntas dibedah dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Langkah ambisius ini bukan sekadar janji manis. Program perbaikan hunian ini dirancang sebagai senjata utama pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan dan memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang bermartabat.
Kamis (26/2/2026), Bupati Rifai Tajuddin menegaskan bahwa akurasi data menjadi kunci utama agar bantuan ini tepat sasaran. Saat ini, sebanyak 924 unit rumah telah masuk dalam sistem aplikasi SIBARU (Sistem Informasi Bantuan Perumahan) dan dinyatakan valid.
“Tahun ini saja, target kita ada 300 unit rumah yang akan dibedah. Kami memastikan semua pengambilan data bersumber dari SIBARU untuk meminimalisir kesalahan administrasi maupun potensi konflik di lapangan,” ujar Rifai.
Setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan bantuan stimulan senilai Rp20.000.000. Dana tersebut telah dipetakan secara mendetail agar pengerjaan fisik berjalan optimal:
- Rp17,5 Juta: Dialokasikan untuk pembelian material bangunan.
- Rp2,5 Juta: Dialokasikan untuk upah tukang/pekerja.
Bupati juga mewanti-wanti agar proses verifikasi status tanah dan rumah dilakukan secara teliti. Ia tidak ingin bantuan yang sudah cair justru menjadi pemicu sengketa keluarga di kemudian hari.
“Jangan sampai uang sudah masuk, ternyata status rumahnya warisan dan ada anggota keluarga lain yang tidak setuju direhab. Validasi di awal itu harga mati,” tegasnya.
Untuk mengejar target 1.000 unit, Bupati Rifai juga mendorong kolaborasi lintas sektor. Bagi desa yang memiliki jumlah RTLH di bawah 10 unit, penanganannya akan diarahkan melalui dana APBD kabupaten maupun dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang beroperasi di Bengkulu Selatan.
Pencairan dana bantuan ini ditargetkan mulai berjalan pada Mei 2026, mengingat sistem penyaluran saat ini langsung ditransfer ke rekening penerima untuk menjamin transparansi.
Melalui transformasi hunian ini, Pemkab Bengkulu Selatan berharap ada efek domino terhadap kesejahteraan masyarakat. Rumah yang layak diharapkan mampu meningkatkan kesehatan dan produktivitas warga.
“Ini tanggung jawab kita bersama. Kita ingin angka kemiskinan turun secara signifikan. Program RTLH adalah langkah nyata agar Bengkulu Selatan tidak lagi terjebak dalam zona kemiskinan tinggi,” tutup Rifai dengan nada optimistis.
(ABD)










