BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu bergerak cepat menangani persoalan banjir tahunan yang kerap melanda wilayah Kelurahan Tanjung Jaya. Sebagai solusi permanen, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengonfirmasi rencana pembangunan kolam retensi yang akan segera direalisasikan tahun ini.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Dedy Wahyudi saat meninjau pemukiman warga yang terdampak banjir pada Minggu (4/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, tercatat sedikitnya 45 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban genangan air akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Dedy menjelaskan bahwa banjir ini tidak hanya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Ada faktor lingkungan yang lebih krusial, yakni kondisi kawasan hulu yang sudah gundul dan rusak akibat aktivitas pertambangan batu bara.
“Banjir ini bukan semata-mata karena hujan, tetapi karena daerah hulunya sudah rusak. Akibatnya, aliran sungai tidak mampu lagi menampung debit air yang datang dari atas,” ungkap Dedy.
Untuk memutus rantai masalah ini, Pemkot Bengkulu telah menyusun beberapa langkah strategis:
- Pembangunan Kolam Retensi: Saat ini proyek sudah memasuki tahap pengerjaan. Pemerintah berkomitmen menuntaskan proses ganti rugi lahan pada tahun ini, dengan target pembayaran kepada pemilik lahan pada pertengahan tahun 2026.
- Normalisasi Sungai: Upaya pengerukan dan pembersihan aliran sungai akan dilakukan untuk memastikan air dapat mengalir lancar dan meminimalisir luapan ke rumah warga.
- Sinergi Instansi: Pemkot terus menjalin koordinasi intensif dengan Balai Sungai guna memastikan pembagian peran penanganan banjir dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Di samping rencana pembangunan infrastruktur, Wali Kota juga menyalurkan paket sembako sebagai bantuan darurat bagi warga yang aktivitasnya lumpuh akibat genangan air. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat Tanjung Jaya di tengah kondisi cuaca yang belum menentu.
Kehadiran kolam retensi ini diharapkan menjadi akhir dari kekhawatiran warga Tanjung Jaya dan sekitarnya terhadap ancaman banjir yang selama ini menghantui setiap musim penghujan tiba.
(ABD)









