FAKTABENGKULU.COM, BENGKULU — Gelombang aksi massa kembali bergemuruh di Bumi Merah Putih. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam Aliansi Bengkulu Mengingat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Jumat (4/9/2026).
Aksi yang dimulai sejak pukul 15.30 WIB ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan mendalam atas arah kebijakan pemerintah dan penegakan hukum yang dinilai semakin menjauh dari kepentingan masyarakat luas. Mahasiswa menilai persoalan daerah maupun nasional saat ini sudah berada di titik darurat.
Dalam orasinya, aliansi gabungan dari Universitas Bengkulu, Universitas Prof Hazairin, Universitas Dehasen, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, dan Universitas Muhammadiyah Bengkulu ini merilis 11 poin tuntutan krusial.
- Desakan RUU Perampasan Aset: Massa menuntut DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset secara transparan tanpa ditutupi dari publik demi memperkuat pemberantasan korupsi.
- Reformasi Hukum & Supremasi Sipil: Menuntut penghentian segala bentuk kriminalisasi terhadap masyarakat sipil, petani, serta mendesak transparansi dalam pembangunan Yonif TP.
- Pengusutan Kasus Korupsi: Mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu dalam mengusut dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu serta segera menetapkan tersangka jika dua alat bukti telah terpenuhi.
- Isu Lingkungan & Agraria: Menuntut penyelesaian konflik agraria, pemulihan kerusakan lingkungan akibat aktivitas swasta maupun pemerintah, penanganan pasca-bencana kebakaran hutan, serta perbaikan titik abrasi kritis di Desa Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah.
- Tata Kelola BBM & Kebijakan Publik: Meminta evaluasi menyeluruh terhadap alur distribusi bahan bakar minyak (BBM) agar lebih merata dan tepat sasaran bagi masyarakat, serta menyoroti transparansi tata kelola Koperasi Merah Putih.
Melalui deretan tuntutan tersebut, Aliansi Bengkulu Mengingat menegaskan agar negara dan para pemangku kebijakan segera mengembalikan orientasi pembangunan yang berpihak penuh pada keselamatan serta keadilan rakyat di Bumi Merah Putih.
(ABD)

















