Menu

Mode Gelap
Waspada! Pecah Rekor 1.250 Pelanggar Terjaring ETLE di Bengkulu dalam Sehari, Helm Jadi Sorotan Utama Cegah “Getok Harga” Saat Lebaran 2026, Pemkot Bengkulu Tebar Spanduk HET di 10 Destinasi Wisata Unggulan Pastikan Lebaran Bebas Sampah, Pemkot Bengkulu Kerahkan 200 Pasukan Oranye ke Titik Vital Tragedi di Sungai Manjuto: Pencari Lokan di Mukomuko Hilang, Diduga Diterkam Buaya Duka Menjelang Lebaran: Rumah Tukang Ojek di Talang Benih Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 200 Juta Tak Ada Ampun bagi Pelaku ‘Getok Harga’ di Pantai Panjang, Dedy Wahyudi: Jangan Rusak Citra Bengkulu!

Hukum

Akibatkan Pajak Kendaraan Naik, Perda No 7 Tahun 2023 Yang Disahkan Di Zaman Rohidin, Diusulkan Revisi Oleh Fraksi PAN

badge-check


Akibatkan Pajak Kendaraan Naik, Perda No 7 Tahun 2023 Yang Disahkan Di Zaman Rohidin, Diusulkan Revisi Oleh Fraksi PAN Perbesar

Bengkulu – Fraksi PAN DPRD Provinsi Bengkulu menjawab keluhan masyarakat perihal opsen pajak yang dinilai dapat menaikan pajak kendaraan bermotor. Dengan mencermati kondisi ekonomi masyarakat Bengkulu sekaligus dalam misi “Bantu Rakyat”, Fraksi PAN siap merevisi Perda no 7 Tahun 2023. Disampaikan oleh Ketua Fraksi DPRD Provinsi Bengkulu, Billy Sunardi dalam konferensi pers di Kantor DPW PAN bahwa Fraksi PAN DPRD Provinsi mengusulkan kepada Gubernur Bengkulu untuk melakukan perubahan Perda no 7 Tahun 2023.

“Kami menegaskan bahwa Fraksi PAN mengusulkan kepada bapak Gubernur untuk melakukan perubahan atas Perda no 7 Tahun 2023 tentang pajak daerah dan retribusi daerah”, tegas Billy Sunardi.

Terkait angka persentase pajak yang akan disepakati, Billy Sunardi mengatakan, persentase pajak akan ditetapkan dalam pembahasan di DPRD Provinsi Bengkulu, dengan pertimbangan bahwa persentase pajak kendaraan bermotor yang ditetapkan nantinya tidak memberatkan masyarakat Provinsi Bengkulu.

“Soal angka, nanti akan disampaikan saat pembahasan melalui rapat di DPRD. Akan kita cari semaksimal mungkin yang tidak memberatkan masyarakat”, ungkap Ketua Fraksi DPRD Provinsi Bengkulu, Billy Sunardi.

Dalam konferensi pers tersebut, Anggota DPRD Provinsi Fraksi PAN, Teuku Zulkarnain juga menyampaikan persoalan opsen pajak berkaitan dengan UU no 1 Tahun 2022 dan Perda no 7 Tahun 2023. Sehingga dari kedua perundangan tersebut yang dapat direvisi oleh Pemprov bersama DPRD Provinsi adalah Perda no 7 Tahun 2023.

“Tentunya persoalan opsen pajak banyak kaitannya, yang pertama adalah UU no 1 Tahun 2022 yang tidak mungkin diubah oleh daerah, kemudian satu lagi, opsen pajak itu terkait Perda no 7 Tahun 2023, inilah fokus kita hari ini”, ucap Teuku Zulkarnain.

Teuku juga mengatakan bahwa dalam Perda no 7 Tahun 2023, pajak PKB adalah tertinggi dalam aturan perundang-undangan yakni 1,2%. Kemudian BBNKB yakni 12% yang juga tertinggi dalam perturan perundang-undangan.

“Jadi ada 2 item tertinggi yang dimasukan di Perda no 7 Tahun 2023, yaitu PKB 1,2% dan BBNKB 12%”, tutup Teuku Zulkarnain.

Selanjutnya pimpinan DPRD Provinsi Bengkulu yakni Wakil Ketua I, Suprisman yang turut hadir dalam konferensi pers tersebut, akan berkoordinasi dengan pimpinan lainnya terkait usulan tersebut. Dan Fraksi PAN akan berkoordinasi dengan Fraksi lainnya untuk membuat usulan secara tertulis.

 

(DSR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Waspada! Pecah Rekor 1.250 Pelanggar Terjaring ETLE di Bengkulu dalam Sehari, Helm Jadi Sorotan Utama

22 Maret 2026 - 18:59 WIB

Cegah “Getok Harga” Saat Lebaran 2026, Pemkot Bengkulu Tebar Spanduk HET di 10 Destinasi Wisata Unggulan

22 Maret 2026 - 18:57 WIB

Tragedi di Sungai Manjuto: Pencari Lokan di Mukomuko Hilang, Diduga Diterkam Buaya

18 Maret 2026 - 19:42 WIB

Duka Menjelang Lebaran: Rumah Tukang Ojek di Talang Benih Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 200 Juta

18 Maret 2026 - 19:39 WIB

Tak Ada Ampun bagi Pelaku ‘Getok Harga’ di Pantai Panjang, Dedy Wahyudi: Jangan Rusak Citra Bengkulu!

18 Maret 2026 - 19:36 WIB

Trending di Ekonomi