BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program strategis nasional. Kali ini, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) resmi menandatangani komitmen kepatuhan terhadap Peraturan Daerah (Perda) sekaligus mengevaluasi progres Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Minggu (1/2/2026).
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa program peningkatan gizi masyarakat tidak hanya sukses secara kualitas pangan, tetapi juga tertib secara administratif dan operasional di lapangan.
Fokus Penataan Pasar: SPPG Dilarang Belanja di Bahu Jalan
Salah satu poin krusial dalam kesepakatan yang ditandatangani di Balai Kota Merah Putih ini adalah penekanan pada ketertiban umum. Wali Kota Dedy Wahyudi dengan tegas meminta SPPG selaku pelaksana teknis MBG untuk menjadi teladan dalam mematuhi aturan tata ruang kota.
“Kami mengimbau SPPG agar tidak berbelanja di trotoar atau bahu jalan. Semua aktivitas belanja kebutuhan bahan pangan harus dilakukan di dalam area pasar resmi yang telah disediakan,” tegas Dedy.
Penataan ini bertujuan agar kehadiran program MBG juga berdampak positif pada ekosistem pasar tradisional yang lebih rapi, bersih, dan nyaman. Dengan berbelanja di lapak resmi, pemerintah berharap fungsi pasar kembali optimal dan kemacetan akibat pedagang kaki lima (PKL) di luar area pasar dapat diminimalisir.
Realisasi Program MBG: Sasar Ribuan Siswa dan Ibu Hamil
Selain fokus pada penataan pasar, Pemkot Bengkulu dan BGN juga memaparkan capaian signifikan dari Program Makan Bergizi Gratis yang sedang berjalan. Program ini dirancang sebagai senjata utama dalam memerangi stunting dan menyiapkan generasi emas dari Bumi Rafflesia.
Berdasarkan data terbaru, cakupan penerima manfaat di Kota Bengkulu telah menjangkau:
- 7.154 jiwa dari kelompok prioritas (Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).
- 8.953 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Manfaatnya sangat terasa nyata. Ini bukan sekadar makan gratis, tapi investasi jangka panjang untuk kualitas gizi anak-anak kita. Pemkot siap memberikan dukungan penuh agar program ini berkelanjutan,” tambah Dedy.
Melalui evaluasi ini, Pemkot Bengkulu berjanji akan melakukan pengawasan secara konsisten. Sinergi antara pemerintah daerah dan BGN diharapkan mampu menutup celah kendala di lapangan, baik dari sisi distribusi maupun standar nutrisi yang diberikan kepada masyarakat.
Dengan langkah ini, Kota Bengkulu optimis dapat menjadi contoh daerah yang sukses mengintegrasikan program kesejahteraan nasional dengan penegakan aturan daerah yang humanis dan tertib.
(ABD)









