KOTA BENGKULU – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Bengkulu sejak malam pergantian tahun (1/1) mengakibatkan sejumlah wilayah terendam banjir. Data terbaru dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mencatat sedikitnya 698 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.792 jiwa terdampak oleh bencana musiman ini.
Hingga Senin (5/1/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu masih terus melakukan pemantauan ketat di titik-titik rawan. Petugas gabungan disiagakan untuk membantu evakuasi dan penanganan darurat bagi warga yang rumahnya terendam.
Berdasarkan data yang dihimpun, banjir kali ini merendam pemukiman di empat kecamatan utama. Berikut adalah rincian wilayah yang terdampak:
- Kecamatan Muara Bangkahulu: Kelurahan Bentiring, Rawa Makmur, dan Bentiring Permai.
- Kecamatan Sungai Serut: Kelurahan Tanjung Agung, Tanjung Jaya, Sukamerindu, Kampung Kelawi, Pasar Bengkulu, dan Surabaya.
- Kecamatan Ratu Agung: Kelurahan Tanah Patah, Kebun Tebeng, Sawah Lebar Baru, dan Sawah Lebar.
- Kecamatan Selebar: Terjadi longsor pada aliran sungai di wilayah Kelurahan Pagar Dewa.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu, I Made Ardana, memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
“Personel terus kami siagakan di lapangan untuk membantu warga. Fokus kami adalah memastikan keselamatan warga dan penanganan darurat berjalan cepat,” ujarnya.
Mengantisipasi munculnya penyakit pasca-banjir seperti diare, demam, dan penyakit kulit, Pemkot Bengkulu telah mendirikan sejumlah Posko Pelayanan Kesehatan Gratis.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, mengimbau warga yang mulai merasakan gangguan kesehatan untuk segera mendatangi posko terdekat.
“Kami kerahkan petugas di berbagai titik seperti di Kelurahan Tanjung Jaya, Kebun Tebeng, Rawa Makmur, dan Bentiring. Warga silakan datang jika merasa tidak enak badan, flu, atau demam,” jelas Nelli.
Selain layanan kesehatan, fasilitas penunjang lainnya juga telah diaktifkan, antara lain:
- Tenda Pengungsian bagi warga yang rumahnya tidak memungkinkan untuk ditempati.
- Mobil Dapur Umum untuk menyuplai kebutuhan logistik makanan.
- Perahu Karet di lokasi terdalam untuk mobilitas warga.
Pemerintah Kota Bengkulu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta segera melaporkan kondisi darurat melalui call center atau perangkat kelurahan setempat.
Sebelumnya, pada akhir tahun 2025, Pemkot Bengkulu memang telah memfokuskan kenaikan PAD 2026 sebesar Rp386 miliar untuk perbaikan infrastruktur drainase dan penanganan banjir. Musibah di awal tahun ini menjadi ujian awal bagi kesiapan infrastruktur kota dalam menghadapi curah hujan tinggi.
(ABD)









