Bengkulu Utara – Sebuah aksi kekerasan tragis kembali mengguncang Kabupaten Bengkulu Utara (BU), menyebabkan seorang pemuda kehilangan nyawa. Korban, Khori Agustari (21), warga Desa Kuro Tidur, Kecamatan Arga Makmur, meninggal dunia setelah menjadi korban penusukan di kawasan Bundaran Arga Makmur pada Minggu dini hari, 14 Desember 2025, sekitar pukul 01.00 WIB.
Meskipun sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Arga Makmur untuk mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka serius yang dideritanya.
Peristiwa berdarah ini dilaporkan secara resmi ke Polres Bengkulu Utara oleh Darma Mandala Saputra (23), kakak kandung korban, sekitar pukul 02.22 WIB di hari yang sama. Laporan tersebut merujuk pada dugaan tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain atau penganiayaan yang mengakibatkan kematian, sesuai dengan Pasal 338 KUHP dan/atau Pasal 351 ayat (3) KUHP.
Sebelum menerima kabar duka, Darma sempat berkumpul dengan rekan-rekannya di sekitar Tugu Amanah dan Bundaran Arga Makmur. Sekitar pukul 00.11 WIB, ia pulang ke rumah. Setibanya di depan rumah, sang ayah, Ruslan Efendi, menyampaikan kabar mengejutkan bahwa adiknya telah menjadi korban penusukan dan sedang dalam perjalanan ke rumah sakit.
Darma dan ayahnya segera menyusul ke RSUD Arga Makmur, namun setibanya di IGD, Khori Agustari sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh Darma dari sejumlah saksi di rumah sakit, identitas terduga pelaku penusukan mengarah pada seorang pemuda berinisial Da (20), warga Desa Gunung Agung, Kecamatan Arga Makmur.
Informasi tersebut mendorong Darma untuk segera melaporkan kejadian ini ke Mapolres Bengkulu Utara agar kasus dapat diproses sesuai hukum.
Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Eko Munarianto, SIK, melalui Kasatreskrim AKP Alvan Dellano, membenarkan adanya laporan dan peristiwa pembunuhan tersebut.
“Benar, kami telah menerima laporan dugaan tindak pidana pembunuhan yang terjadi di wilayah Bundaran Arga Makmur. Terduga pelaku sudah berhasil kami amankan dan saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di Polres Bengkulu Utara,” tegas AKP Alvan Dellano.
Pihak kepolisian telah bertindak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta berhasil mengamankan terduga pelaku. Saat ini, kepolisian tengah melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui kronologi kejadian secara menyeluruh, motif di balik aksi penusukan, serta alat yang digunakan oleh pelaku. Proses penyidikan masih terus dilengkapi untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
(ABD)









