BENGKULU, faktabengkulu.com – Wali Kota Bengkulu, Dr. Dedy Wahyudi, SE, MM, hadir memberikan gagasan strategis dalam kegiatan Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi (Prodi) S1 Akuakultur, Fakultas Pertanian Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH (Unihaz) pada Senin (12/10/26). Dalam forum akademik tersebut, Dedy hadir mewakili user atau pengguna lulusan untuk memberikan pandangan konstruktif terkait kualitas alumni Unihaz, khususnya dalam menjawab tantangan dunia kerja dan pembangunan daerah.
Kegiatan asesmen ini menghadirkan dua asesor berpengalaman, yaitu Prof. Dr. Rahman Karnila, S.Pi., M.Si. dari Universitas Riau dan Prof. Dr. Ir. Widanarni, M.Si. dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Di hadapan para asesor, Dedy Wahyudi dan Prof. Rahman berdiskusi secara mendalam mengenai potensi serta tantangan Prodi Akuakultur ke depan.
Prof. Rahman menekankan bahwa asesmen ini adalah momentum krusial untuk mengevaluasi dan memperbaiki prodi di fakultas tertua Unihaz tersebut. Ia juga secara khusus meminta dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bengkulu untuk mendongkrak minat calon mahasiswa.
“Intinya kami minta bantuan Pak Wali Kota bersama rektor bekerja sama untuk sama-sama memajukan prodi ini. Ke depan, kita bisa membuat program penelusuran bibit unggul daerah, kita berikan dia beasiswa,” ujar Prof. Rahman.
Merespons masukan tersebut, Dedy Wahyudi menyoroti pentingnya reformasi metode pembelajaran di perguruan tinggi. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hanya disuapi teori, melainkan harus ditempa dengan keterampilan praktik yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Yang terjadi hari ini, kita kuat di teori, tetapi ketika praktik kita menjadi lemah. Kegiatan praktik di kampus itu harusnya lebih diperbanyak,” tegas Dedy.
Meski begitu, Dedy juga memberikan apresiasi tinggi kepada para alumni Unihaz. Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena saat ini banyak lulusan kampus tersebut yang sukses berkiprah dan menduduki berbagai jabatan strategis di Kota Bengkulu.
Terkait dengan pengembangan sektor perikanan, Dedy mengingatkan bahwa potensi kelautan di Bumi Merah Putih ini sangatlah besar. Potensi emas tersebut hanya bisa dimaksimalkan jika didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten di lapangan. Ia berharap kampus dapat terus mencetak tenaga profesional yang tidak hanya ahli secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan leadership yang kuat.
Melalui momentum asesmen lapangan ini, diharapkan Prodi S1 Akuakultur Unihaz dapat terus memacu mutu pendidikannya serta mempererat sinergi dengan pemerintah daerah demi mewujudkan kejayaan sektor kelautan dan perikanan di Kota Bengkulu.
(ABD)

















