BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu resmi melakukan penataan di kawasan Simpang Skip, Kecamatan Ratu Agung. Langkah utama dalam penataan ini adalah merelokasi Tugu Tabot yang sebelumnya berada di tengah bundaran ke sisi jalan, tepatnya di lahan eks pos polisi Polresta Bengkulu.
Kebijakan ini diambil sebagai solusi strategis untuk memperluas ruang lalu lintas dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan di salah satu titik tersibuk di Kota Bengkulu tersebut.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi besar untuk menjadikan Bengkulu sebagai kota yang modern dan tertata rapi.
“Penataan ini kita lakukan agar Kota Bengkulu lebih rapi, indah, dan lalu lintasnya lancar. Tugu Tabot tetap ada, hanya kita geser ke lokasi yang lebih tepat,” ujar Dedy saat meninjau lokasi pada Kamis (25/12/2025).
Selain Simpang Skip, Pemkot juga berencana melakukan pembenahan serupa di beberapa titik lain, termasuk Bundaran Pagar Dewa, Simpang Lima, dan Padang Harapan. Khusus untuk Pagar Dewa, diameter bundaran direncanakan akan dipangkas guna memperlebar ruas jalan.
Meski dipindahkan, Pemkot menjamin bahwa nilai sejarah dan estetika Tugu Tabot tidak akan berkurang. Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Noprisman, menegaskan bahwa proses relokasi dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan aset budaya tersebut tetap utuh.
- Bentuk Tetap Sama: Tidak ada perubahan desain maupun fungsi pada tugu.
- Hanya Pergeseran Posisi: Tugu digeser ke lokasi yang lebih aman agar tidak menghambat arus kendaraan.
- Tanpa Pengganti di Tengah: Pemkot memastikan tidak akan membangun tugu baru di tengah jalan untuk memaksimalkan kapasitas ruas jalan.
Melalui penataan ini, arus kendaraan di kawasan Simpang Skip diharapkan menjadi lebih lancar, terutama pada jam-jam sibuk. Langkah ini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur modern di Kota Bengkulu tetap dapat berjalan beriringan dengan pelestarian identitas budaya daerah.
(ABD)













1 Komentar
Saya sih 100% setuju krn buderan itu tdk proporsional selain trllu besar jg letaknya tdk berada di titik/pusat persimpangan shg sgt mnyulitkan pengguna jalan , skrg kndraan sdh sgt padat beda dgn 25 thn yg lampau.