FAKTABENGKULU.COM, BENGKULU — Kantor kepala daerah tidak hanya sekadar tempat bagi para birokrat menjalankan tugas administratif. Lebih dari itu, pusat koordinasi pemerintahan ini menjadi representasi wajah, identitas, sekaligus etalase utama sebuah kota di mata masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Pemerintah Kota Bengkulu sekaligus Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bengkulu, Nurlia Dewi, saat menanggapi rencana strategis pemanfaatan Mess Pemerintah Daerah (Pemda) untuk dialihfungsikan menjadi Kantor Wali Kota Bengkulu.
Menurut Nurlia, kemajuan sebuah perkotaan di wilayah Bumi Merah Putih tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, drainase, maupun penerangan umum saja. Kualitas fasilitas perkantoran pemerintah, khususnya kantor kepala daerah, juga memegang peranan vital dalam mencerminkan tata kelola pemerintahan yang baik dan profesional.
“Pembangunan kota harus berjalan seimbang. Kita membutuhkan infrastruktur yang baik untuk masyarakat, tetapi juga fasilitas perkantoran yang representatif dan fungsional untuk mendukung pelayanan serta efektivitas penyelenggaraan pemerintahan,” ujar Nurlia.
Ikon Kota dan Daya Tarik Estetika
Ia menilai, kantor wali kota memiliki nilai strategis yang tinggi karena kerap menjadi ikon suatu wilayah. Di berbagai daerah, bangunan kantor pemerintahan yang ditata dengan apik sering kali bertransformasi menjadi landmark kota berkat estetika arsitektur dan lokasinya yang menarik.
Nurlia mencontohkan, ketika seseorang berkunjung ke suatu daerah atau bahkan lingkungan akademisi seperti kampus, pusat pemerintahan atau kantor rektorat sering kali menjadi tolok ukur pertama yang dinilai oleh pendatang.
“Kalau kita berkunjung ke suatu kota, kita sering ingin melihat seperti apa pusat pemerintahannya. Kantor wali kota bisa menjadi bagian dari identitas kota, terlebih jika didukung desain yang baik, lingkungan yang tertata, dan lokasi yang memiliki daya tarik,” jelasnya.
Revitalisasi Aset untuk Hindari “Mangkrak” dan Kehilangan Nilai Guna
Terkait rencana pemanfaatan Mess Pemda, Nurlia memandang langkah revitalisasi aset ini sebagai keputusan yang tepat dan patut didukung. Syaratnya, proses tersebut harus dijalankan melalui perencanaan yang matang, berorientasi pada peningkatan pelayanan publik, serta tetap mematuhi seluruh ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Ia mengingatkan, aset pemerintah yang dibiarkan terbengkalai tanpa pemanfaatan optimal berpotensi mengalami penyusutan nilai guna, padahal pembangunannya telah menyerap anggaran daerah yang tidak sedikit. Oleh karena itu, langkah alih fungsi ini menjadi opsi strategis guna memaksimalkan fungsi aset bagi pemerintah maupun masyarakat luas.
“Daripada aset yang sudah dibangun dengan anggaran daerah tidak dimanfaatkan secara maksimal, tentu lebih baik apabila dapat dioptimalkan untuk kepentingan pelayanan publik. Yang penting, pemanfaatannya direncanakan dengan baik, efisien, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Nurlia.
Wajah Baru di Kawasan Pantai, Targetkan Fungsional 2027
Nurlia optimis, jika seluruh tahapan pembangunan dan penataan berjalan lancar sesuai target, alih fungsi gedung tersebut menjadi Kantor Wali Kota Bengkulu pada tahun 2027 mendatang diproyeksikan mampu memberikan multi-plier effect yang luas.
Selain memperkuat koordinasi birokrasi, lokasi gedung yang dikelilingi panorama pantai indah di Bumi Merah Putih diyakini mampu memberikan nilai tambah secara estetika pariwisata perkotaan.
“Harapan kita, kantor wali kota nantinya tidak hanya berfungsi optimal sebagai pusat pelayanan dan koordinasi pemerintahan, tetapi juga memberikan kebanggaan bagi masyarakat. Dengan penataan yang baik dan pemandangan pantai yang indah, kawasan ini berpotensi menjadi salah satu wajah menarik Kota Bengkulu,” ungkapnya.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa fungsi esensial kantor wali kota sebagai pusat pelayanan masyarakat dan penyelenggara pemerintahan tetap menjadi prioritas utama. Aspek estetika harus berjalan selaras dengan kenyamanan, aksesibilitas, serta efisiensi anggaran.
Di pengujung keterangannya, Nurlia mengajak seluruh elemen masyarakat di Bumi Merah Putih untuk melihat penataan aset daerah ini secara objektif dengan menimbang visi jangka panjang kemajuan kota.
“Pemerintah tentu membutuhkan dukungan dan masukan masyarakat. Mari kita kawal bersama setiap program pembangunan agar benar-benar memberikan manfaat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan membawa Kota Bengkulu menjadi kota yang semakin maju,” pungkasnya.
(ABD)

















