FAKTABENGKULU.COM, BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus melakukan penataan sejumlah kawasan strategis demi mempercantik wajah kota sekaligus menghadirkan fasilitas umum yang nyaman bagi warganya. Penataan di kawasan Bumi Merah Putih ini terlihat nyata saat Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, meninjau langsung progres perbaikan Jalan Fatmawati pada Rabu siang. Menariknya, dalam inspeksi tersebut, Dedy secara khusus mengajak Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, beserta jajaran Dinas PUPR Kota Bengkulu.
Langkah membawa Satpol PP ini bukan tanpa alasan. Di lapangan, Dedy menemukan masih banyak pedagang yang memanfaatkan trotoar hingga menutup siring (saluran air) di pinggir jalan demi memperluas lapak dagangan mereka.
”Saya minta Satpol PP untuk menjembatani masyarakat bahwa masyarakat harus ikuti aturan sesuai dengan perda,” tegas Dedy saat diwawancarai di lokasi. Ia meminta Satpol PP memberikan penjelasan agar pedagang tidak lagi menggunakan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi.
Akses Wisata Sejarah yang Mulus
Lebih lanjut, Dedy menjelaskan bahwa perbaikan Jalan Fatmawati merupakan bagian dari penataan kawasan yang memiliki nilai wisata dan sejarah. Mengingat jalan tersebut adalah akses utama menuju kediaman pahlawan nasional, infrastrukturnya harus prima. “Orang mau berkunjung ke rumah Ibu Fatmawati, maka jalannya yang kemarin berlubang kita benahi, kita buat mulus,” ungkapnya.
Meski saat ini pekerjaan masih dalam tahap awal dan sempat menuai protes warga karena kondisinya, Dedy memastikan jalan tersebut nantinya akan dilapisi aspal berkualitas standar AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course).
Tak hanya memuluskan aspal, Pemkot juga akan membangun trotoar di sisi kiri dan kanan Jalan Fatmawati yang dirancang khusus agar ramah bagi pejalan kaki, lansia, dan penyandang disabilitas. Oleh karena itu, para pelaku usaha yang masih menempati trotoar diminta untuk segera memindahkan aktivitas dagangnya. “Sekali lagi, ini tugasnya Satpol untuk mengawasi,” tambah Dedy dengan tegas.
Kawal Pembangunan Lewat Pendekatan Persuasif
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, menegaskan kesiapannya dalam mengawal proyek-proyek pembangunan, terutama yang bersumber dari APBD. Kehadiran Satpol PP ditujukan sebagai garda terdepan untuk memastikan fasilitas publik bisa dibangun tanpa terhambat oleh aktivitas warga yang melanggar aturan.
Menurut Sahat, konsep penataan Wali Kota ini bertujuan menjadikan Bumi Merah Putih sebagai kota pariwisata yang tertata, tertib, dan nyaman dikunjungi. Ia menegaskan bahwa trotoar yang sedang dibangun harus bebas dari pedagang kaki lima maupun bangunan liar.
Meski bertugas menertibkan, Sahat memastikan prosesnya tidak dilakukan secara arogan. Satpol PP tetap mengedepankan komunikasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
”Iya, kita menyapa, memberi pengertian dan pemahaman. Mereka akhirnya mendukung,” ujar Sahat membagikan pengalamannya di lapangan.
Dengan langkah sinergis dan terukur ini, Pemkot berharap penataan Jalan Fatmawati segera selesai, menghadirkan ruang publik yang tidak hanya lebih baik secara fisik, tetapi juga aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
(ABD)

















