Menu

Mode Gelap
Waspada! Pecah Rekor 1.250 Pelanggar Terjaring ETLE di Bengkulu dalam Sehari, Helm Jadi Sorotan Utama Cegah “Getok Harga” Saat Lebaran 2026, Pemkot Bengkulu Tebar Spanduk HET di 10 Destinasi Wisata Unggulan Pastikan Lebaran Bebas Sampah, Pemkot Bengkulu Kerahkan 200 Pasukan Oranye ke Titik Vital Tragedi di Sungai Manjuto: Pencari Lokan di Mukomuko Hilang, Diduga Diterkam Buaya Duka Menjelang Lebaran: Rumah Tukang Ojek di Talang Benih Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 200 Juta Tak Ada Ampun bagi Pelaku ‘Getok Harga’ di Pantai Panjang, Dedy Wahyudi: Jangan Rusak Citra Bengkulu!

Headline

Tegang! Warga Beringin Raya Tolak Negosiasi, Desak Pembongkaran Warung Remang-Remang Hari Ini

badge-check


Tegang! Warga Beringin Raya Tolak Negosiasi, Desak Pembongkaran Warung Remang-Remang Hari Ini Perbesar

KOTA BENGKULU, Faktabengkulu.com – Suasana di Kelurahan Beringin Raya mendadak tegang pada Selasa siang (27/1/2026). Upaya penertiban warung remang-remang (Warem) yang diduga menjadi sarang peredaran tuak, obat-obatan terlarang, hingga praktik prostitusi, diwarnai adu argumen sengit antara pemilik bangunan, warga, dan aparat gabungan.

Pantauan di lapangan sekitar pukul 12.30 WIB, personel Satpol PP Kota Bengkulu didampingi Lurah dan unsur RT setempat sempat tertahan saat akan mengeksekusi bangunan tersebut. Pemilik warung bersikeras meminta penangguhan pembongkaran dengan alasan kemanusiaan.

Dalam negosiasi yang berlangsung alot, pemilik bangunan meminta waktu tambahan selama 2 hingga 3 hari ke depan. Ia berdalih ingin melakukan pembongkaran secara mandiri namun terkendala kondisi keluarga.

“Saya minta waktu tiga hari karena sedang menunggu istri keluar dari rumah sakit. Saya siap tanda tangan di atas materai dan siap menerima sanksi sosial dari warga jika janji ini tidak ditepati,” ujar pemilik warung di hadapan petugas.

Namun, tawaran tersebut langsung mendapat penolakan keras dari warga yang hadir di lokasi. Masyarakat menganggap alasan tersebut hanyalah alibi untuk mengulur waktu, mengingat surat peringatan dan imbauan sudah berulang kali dilayangkan sebelumnya namun tidak pernah diindahkan.

Menanggapi situasi yang memanas, pihak berwenang akhirnya mengambil keputusan tetap melakukan pembongkaran di tempat. Hal ini dilakukan mengingat krisis kepercayaan masyarakat terhadap janji-janji pemilik warung yang selama ini kerap diabaikan.

Sahat, salah satu pihak yang terlibat dalam pengamanan lokasi, menegaskan bahwa tindakan ini adalah harga mati demi menjaga kondusivitas lingkungan.

“Kepercayaan warga juga sudah hilang karena selama ini sudah ada imbauan dan peringatan tapi belum diindahkan. Jadi, kami tetap lakukan pembongkaran hari ini,” tegas Sahat di lokasi kejadian.

Salah satu warga Beringin Raya yang ikut mengawal aksi ini menegaskan bahwa tidak boleh ada pengecualian dalam penegakan aturan. Menurutnya, warung-warung lain yang melanggar sudah ditertibkan, sehingga membiarkan satu warung tetap berdiri akan mencederai rasa keadilan.

“Kami menolak keras negosiasi lagi. Warung-warung lain sudah dibongkar, kenapa yang satu ini masih diberi kelonggaran? Ini soal ketidakadilan sosial. Lagipula, keberadaan tempat ini sudah sangat mengganggu kenyamanan dan ketertiban lingkungan kami,” ungkapnya.

Proses pembongkaran akhirnya tetap dilaksanakan di bawah pengawalan ketat petugas guna memastikan tidak ada lagi aktivitas penyakit masyarakat (Pekat) di wilayah Kelurahan Beringin Raya.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Waspada! Pecah Rekor 1.250 Pelanggar Terjaring ETLE di Bengkulu dalam Sehari, Helm Jadi Sorotan Utama

22 Maret 2026 - 18:59 WIB

Cegah “Getok Harga” Saat Lebaran 2026, Pemkot Bengkulu Tebar Spanduk HET di 10 Destinasi Wisata Unggulan

22 Maret 2026 - 18:57 WIB

Pastikan Lebaran Bebas Sampah, Pemkot Bengkulu Kerahkan 200 Pasukan Oranye ke Titik Vital

22 Maret 2026 - 18:54 WIB

Tragedi di Sungai Manjuto: Pencari Lokan di Mukomuko Hilang, Diduga Diterkam Buaya

18 Maret 2026 - 19:42 WIB

Duka Menjelang Lebaran: Rumah Tukang Ojek di Talang Benih Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 200 Juta

18 Maret 2026 - 19:39 WIB

Trending di Headline