FAKTABENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung percepatan program strategis nasional. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan jajaran Pemkab Bengkulu Tengah dalam Rapat Koordinasi Verifikasi dan Validasi (Rakor Verval) pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Provinsi Bengkulu yang berlangsung secara hybrid dan terpusat, Jumat (2/10/2026).
Rakor penting ini dihadiri oleh sekitar 70 peserta yang terdiri dari Sekretaris Daerah kabupaten/kota se-provinsi, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta unsur tamu undangan penting lainnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah, Drs. Tomi Marisi, M.Si., hadir langsung di lokasi didampingi oleh jajaran OPD terkait guna memastikan kesiapan daerah dalam mengawal validasi data pembangunan koperasi tersebut.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi pusat dan daerah, di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Dr. H. Herwan Antoni, S.K.M., M.Kes., M.Si., serta Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang Ekonomi Produktif dan Kreatif Usaha Koperasi sekaligus Koordinator Wilayah 9 Verval KDKMP, Prof. Ir. Ambar Pertiwiningrum, M.Si., Ph.D. Hadir pula Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi, Dr. Ir. Herbert H.O. Siagian, M.Sc., serta Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu, Sugimulyo, S.E., Ak., C.A., CRMP., CRGP., CGRA.
Progres Pembangunan KDKMP di Bumi Merah Putih Terus Digenjot
Dalam sambutannya, Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni memaparkan data terkini mengenai progres fisik pembangunan KDKMP di wilayah yang kini mengusung semangat baru sebagai Bumi Merah Putih ini. Dari total 733 unit KDKMP yang dipatok sebagai target pembangunan di seluruh wilayah Bumi Merah Putih, akselerasinya menunjukkan tren positif.
”Sebanyak 607 unit telah selesai dibangun, 124 unit masih dalam proses pengerjaan, dan tersisa 2 unit yang belum dimulai,” ungkap Herwan di hadapan para peserta rakor.
Pemerintah Provinsi Bengkulu, lanjut Herwan, memasang target ambisius agar seluruh rangkaian pembangunan fisik KDKMP ini bisa rampung 100 persen hingga penghujung tahun 2026. Kendati demikian, ia tidak menampik bahwa ada sejumlah batu sandungan di lapangan yang harus segera dicarikan solusinya bersama.
”Masih terdapat beberapa kendala di lapangan, salah satunya terkait ketersediaan lahan di tingkat desa. Karena itu, koordinasi lintas sektoral seperti ini sangat krusial untuk memastikan proses pembangunan berjalan tepat sasaran dan segera menuntaskan berbagai hambatan yang ada,” pungkasnya.
Melalui penguatan verifikasi dan validasi ini, Pemkab Bengkulu Tengah siap bersinergi dengan pemerintah provinsi maupun pusat agar realisasi KDKMP dapat segera dirasakan manfaatnya secara optimal oleh masyarakat perdesaan di Bumi Merah Putih.
(ABD)

















