SELUMA, FaktaBengkulu.com – Langkah besar diambil Bupati Seluma, Teddy Rahman, dalam membenahi kualitas pendidikan di Bumi Serawai Serasan Seijo. Pada Jumat siang (13/2/2026), sebanyak 81 Kepala Sekolah (Kepsek) tingkat SD dan SMP resmi dilantik di Aula Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah, Kelurahan Pasar Tais.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni rutin. Bupati Teddy menekankan bahwa kepemimpinan di sekolah adalah ujung tombak lahirnya generasi unggul. Namun, ada catatan menarik sekaligus tegas yang disampaikan orang nomor satu di Seluma ini.
Dalam sambutannya, Bupati Teddy Rahman mengaku terkejut sekaligus prihatin mendapatkan laporan bahwa masih ada kepala sekolah yang belum fasih menggunakan teknologi dasar, seperti mengoperasikan email.
“Saya syok mendengar laporan ada Kepsek yang tidak bisa buka email. Hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi. Kepala sekolah tidak boleh gagap teknologi (Gaptek). Saya minta Dikbud berperan aktif meng-upgrade ilmu mereka,” tegas Tedy.
Pelantikan ini merupakan tahap awal dari rangkaian penyegaran jabatan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Seluma. Berdasarkan data yang dihimpun, berikut rincian pejabat yang dilantik:
- Total Dilantik: 81 Kepala Sekolah.
- Mutasi (60 orang): Terdiri dari 13 Kepala SMP dan 47 Kepala SD.
- Rotasi (21 orang): Terdiri dari 6 Kepala SMP dan 15 Kepala SD.
Kepala Dikbud Seluma, Munarwan Safu’i, menjelaskan bahwa dasar hukum perombakan ini mengacu pada Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025. Ia juga membocorkan bahwa tahap kedua mutasi sedang diproses.
“Ini baru tahap pertama. Ada sekitar 68 Kepsek lagi yang sedang melengkapi berkas untuk tahap berikutnya. Perlu diingat, jabatan Kepsek adalah tugas tambahan, bukan karier tetap. Jika tidak menjabat lagi, mereka kembali menjadi guru,” jelas Munarwan.
Selain masalah teknologi, Bupati Teddy memberikan peringatan keras terkait pengelolaan anggaran, terutama dalam pengadaan barang dan jasa. Ia mengingatkan para Kepsek untuk teliti dan terus belajar agar tidak terjerat persoalan hukum di kemudian hari.
Tak hanya itu, Teddy memberikan perlindungan penuh kepada para kepala sekolah dari tekanan pihak luar yang bisa mengganggu kinerja.
“Jangan mau ditekan oleh siapa pun, baik itu dari pihak dinas maupun UPTD. Kalau ada tekanan yang mengganggu konsentrasi kerja, lapor langsung ke saya. Fokuslah mendidik siswa agar menjadi generasi berdaya saing,” tutupnya.
(ABD)










