FAKTABENGKULU.COM, ARGA MAKMUR — Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara mengambil langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mendorong tata kelola keuangan digital. Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE, M.AP, secara langsung memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Pimpinan (High Level Meeting) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Berlangsung di Command Center Setdakab Bengkulu Utara pada Jumat (2/10/2026), forum penting ini turut dihadiri oleh Asisten 2 Setdaprov Bengkulu Raden Ahmad Denni, SH, MM, serta perwakilan kepala daerah dari Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang, dan Rejang Lebong.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, jajaran pimpinan OPD terkait, serta seluruh anggota TPID dan TP2DD.
Sinergi Antar Daerah dan Penguatan Kapasitas Laporan
Pertemuan berskala regional ini tidak sekadar menjadi ajang koordinasi rutin. Rapat strategis tersebut dirangkaikan secara khusus dengan dua agenda utama:
- Capacity Building Penyusunan Laporan Kinerja TPID: Bertujuan untuk meningkatkan akurasi, transparansi, and akuntabilitas pelaporan tim pengendali inflasi di daerah.
- Penandatanganan Kerjasama Antar Daerah (KAD): Langkah nyata kolaborasi lintas wilayah termasuk Bengkulu Utara bersama Bengkulu Tengah, Kepahiang, dan Rejang Lebong guna memastikan rantai pasok komoditas tetap terjaga dan menekan laju inflasi secara berkelanjutan.
Melalui sinergi yang solid di tanah Bumi Merah Putih, langkah konkrit ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengoptimalkan implementasi transaksi digital di seluruh sektor pemerintahan daerah.
(ABD)

















