Menu

Mode Gelap
Komisi III DPRD Seluma Sidak Program MBG, Temukan Sejumlah Masalah hingga Siap Lapor ke Pusat Kajati Baru Bengkulu Anton Delianto Resmi Bertugas, Pastikan Penanganan Korupsi Terus Berjalan  Pemkot Bengkulu Genjot Kesiapsiagaan, Wali Kota Dedy Wahyudi Tekankan Simulasi Mitigasi Sejak Dini Kebakaran Hebat Hantam Kelurahan Pengantungan Bengkulu, 21 Rumah Ludes dan Warga Berhamburan Damkar Kota Bengkulu Tangani 70 Kasus Kebakaran Sepanjang Januari-Agustus 2026: Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem Pemkot Bengkulu Salurkan Bantuan Pascakebakaran untuk Warga Lingkar Barat, Tegaskan Komitmen Hadir di Tengah Masyarakat

Headline

BMKG Peringatkan Potensi Gempa Megathrust Besar di Indonesia, Termasuk Bengkulu

badge-check

BMKG Peringatkan Potensi Gempa Megathrust Besar di Indonesia, Termasuk Bengkulu Perbesar

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat mengenai ancaman gempa bumi besar yang bersumber dari aktivitas zona Megathrust di berbagai wilayah Indonesia.

Peringatan ini menyoroti bahwa zona Megathrust merupakan area pertemuan antar-lempeng bumi yang menyimpan akumulasi energi sangat besar. Pelepasan energi mendadak dari zona ini dapat memicu gempa bumi berkekuatan tinggi, yang berpotensi menimbulkan tsunami.

Secara spesifik, Provinsi Bengkulu diingatkan akan potensi bahaya dari zona Megathrust Enggano, yang diperkirakan mampu menghasilkan gempa hingga Magnitudo (M) 8,4.

Melalui akun Instagram resminya, BMKG memaparkan 13 zona megathrust utama yang aktif di Indonesia beserta potensi maksimum kekuatannya:

Aceh–Andaman (M9,2)

Mentawai–Pagai (M8,9)

Mentawai–Siberut (M8,9)

Selat Sunda (M8,7)

Jawa Barat–Jawa Tengah (M8,7)

Jawa Timur (M8,7)

Nias–Simelue (M8,7)

Papua (M8,7)

Sumba (M8,5)

Sulawesi Utara (M8,5)

Enggano (M8,4)

Filipina (M8,2)

Batu (M7,8)

BMKG mencatat bahwa beberapa segmen Megathrust kini berada dalam kondisi seismic gap, yaitu wilayah yang sudah lama (secara geologis) tidak melepaskan energi, sehingga potensi untuk terjadinya gempa kuat di masa depan menjadi sangat tinggi. Contohnya, segmen Selat Sunda terakhir melepaskan gempa besar pada tahun 1757, sementara Mentawai-Siberut sudah tidak aktif sejak 1797.

“Kesiapsiagaan adalah kunci menghadapi potensi bencana akibat megathrust,” tegas BMKG dalam unggahan yang dikutip pada Selasa (11/11/2025).

Penting untuk dicatat, BMKG kembali menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara pasti kapan, di mana, dan seberapa kuat gempa akan terjadi.

BMKG menjelaskan bahwa frasa seperti “tinggal menunggu waktu” yang mereka gunakan bukanlah ramalan, melainkan sebuah penjelasan ilmiah yang menunjukkan bahwa suatu wilayah memiliki potensi tinggi (karena sudah lama tidak melepaskan energi) dan harus diwaspadai.

(ABD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Komisi III DPRD Seluma Sidak Program MBG, Temukan Sejumlah Masalah hingga Siap Lapor ke Pusat

12 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Kajati Baru Bengkulu Anton Delianto Resmi Bertugas, Pastikan Penanganan Korupsi Terus Berjalan 

12 Agustus 2026 - 20:22 WIB

Pemkot Bengkulu Genjot Kesiapsiagaan, Wali Kota Dedy Wahyudi Tekankan Simulasi Mitigasi Sejak Dini

12 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Kebakaran Hebat Hantam Kelurahan Pengantungan Bengkulu, 21 Rumah Ludes dan Warga Berhamburan

12 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Damkar Kota Bengkulu Tangani 70 Kasus Kebakaran Sepanjang Januari-Agustus 2026: Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

11 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Trending di Headline