BENCOOLEN, FAKTABENGKULU.COM – Kabar gembira bagi warga Kabupaten Bengkulu Utara, khususnya di wilayah Ketahun dan sekitarnya. Pemerintah Provinsi Bengkulu resmi mendekatkan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui peluncuran Samsat Desa.
Peresmian inovasi layanan publik ini dilakukan langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, didampingi Wakil Gubernur Mian, bertempat di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Bengkulu, Kecamatan Ketahun, Sabtu (28/2/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa kehadiran Samsat Desa adalah solusi nyata untuk memangkas jarak dan waktu tempuh yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Jika sebelumnya warga harus menempuh perjalanan jauh ke ibu kota kabupaten, kini urusan pajak kendaraan cukup diselesaikan di tingkat kecamatan.
“Sekarang masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota. Cukup datang ke kecamatan, bahkan dekat dari desa masing-masing. Kita ingin pelayanan itu yang mendatangi rakyat, bukan rakyat yang susah payah mencari pelayanan,” ujar Helmi Hasan.
Pajak Kendaraan: Dari Rakyat untuk Program Rakyat
Helmi juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap disiplin menunaikan kewajiban pajaknya. Ia menjelaskan bahwa setiap rupiah yang dibayarkan melalui Samsat akan dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk program pembangunan yang nyata.
Beberapa program unggulan yang dibiayai dari sektor pajak ini antara lain:
- Program Bantu Rakyat: Bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan.
- Infrastruktur Jalan Mulus: Perbaikan dan pembangunan jalan di berbagai titik daerah.
- Ambulans Gratis: Layanan kesehatan darurat yang bisa diakses kapan saja oleh masyarakat.
Keunggulan utama dari Samsat Desa di Ketahun ini adalah kecepatan prosesnya. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bengkulu, Hadiyanto, menjelaskan bahwa sistem telah dirancang sedemikian rupa agar masyarakat tidak perlu mengantre lama.
“Proses pembayaran pajak di Samsat Desa diperkirakan hanya memakan waktu sekitar dua hingga lima menit. Petugas kami di lapangan juga siap mendampingi jika ada warga yang mengalami kendala teknis,” jelas Hadiyanto.
Inovasi ini disambut antusias oleh warga setempat. Pujiono (52), salah seorang wajib pajak yang hadir di lokasi, mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya Samsat Desa ini.
“Dulu kalau mau bayar pajak harus meluangkan waktu seharian karena jauh. Sekarang lebih dekat dan cepat. Benar-benar memudahkan kami yang di desa ini,” ungkapnya sumringah.
Dengan hadirnya Samsat Desa, Pemprov Bengkulu optimis kesadaran masyarakat dalam membayar pajak akan meningkat, yang pada akhirnya akan mempercepat laju pembangunan Provinsi Bengkulu.
(ABD)










