FAKTABENGKULU.COM, Bengkulu Tengah – Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., melaksanakan serangkaian agenda penting di kawasan Bumi Merah Putih. Rangkaian kegiatan ini mencakup peninjauan Pusat Pendaratan Ikan (PPI) di Desa Pondok Kelapa, pengecekan abrasi di Pos Lanal, hingga meresmikan jalan Dusun III di Desa Talang Pauh yang telah dinantikan warganya selama lebih dari tiga dekade.
Agenda pertama diawali dengan kunjungan ke kawasan PPI Desa Pondok Kelapa. Didampingi Komandan Pos Lanal Bengkulu Tengah serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati mengecek langsung kondisi sejumlah fasilitas kelautan, termasuk Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Bupati Rachmat Riyanto menegaskan, peninjauan ini merupakan langkah konkret untuk memperjelas status dan kewenangan pengelolaan aset yang selama ini dinilai belum optimal.
“Kami ingin memastikan kondisi aset perikanan di Desa Pondok Kelapa. Sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, kewenangan ini akan segera diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu. Surat resminya sudah ada, tinggal menyelesaikan tahapan administrasinya,” ungkap Rachmat.
Dorong Penanganan Abrasi Pantai
Usai dari kawasan PPI, rombongan bertolak menuju Pos Lanal Bengkulu Tengah yang lokasinya saling berdekatan. Di sana, Bupati menyoroti masalah abrasi yang mengancam area belakang pos hasil hibah pemerintah daerah tersebut.
Terkait abrasi, Bupati mengutarakan kekecewaannya atas lambatnya respons dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII yang berpusat di Palembang.
”Kami sudah berkali-kali mengusulkan penanganan abrasi, namun belum ada respons yang memuaskan. Dalam waktu dekat, kami akan menyurati kembali. Jika perlu, Kepala Dinas PU Bengkulu Tengah akan saya utus langsung ke Palembang agar tembok pengaman bisa segera dibangun,” tegasnya.
Wujudkan Mimpi Warga Talang Pauh Setelah 35 Tahun
Puncak agenda Bupati berlanjut usai melaksanakan ibadah salat Jumat berjemaah di Masjid Al Muttaqin, Lubuk Kumbung. Bersama tokoh masyarakat, Bupati meresmikan jalan Dusun III sepanjang 845 meter di Desa Talang Pauh.
Bagi warga setempat, peresmian ini adalah wujud nyata dari penantian panjang selama 35 tahun. Kepala Desa Talang Pauh, M. Idil Fitri, menuturkan bahwa dulunya akses tersebut hanyalah jalan rintisan beralaskan jembatan kayu dan pancang yang diperbaiki warga secara swadaya.
Di sela-sela peresmian, Bupati Rachmat mengingatkan masyarakat agar senantiasa merawat infrastruktur yang telah dibangun. Ia memberikan catatan khusus mengenai tonase maksimal jalan tersebut.
”Jalan ini dirancang dengan kapasitas maksimal delapan ton. Saya minta masyarakat ikut menjaga dan mematuhi batas beban ini agar jalan awet. Masih ada sisa pekerjaan sekitar 200 meter lagi, insyaallah akan kita tuntaskan tahun depan seiring dengan pembangunan jalan pasar, menyesuaikan dengan kondisi fiskal daerah,” tutur Bupati.
Rasa haru dan syukur juga diungkapkan oleh Kepala Dusun III, Sudiman. Mewakili warganya, ia bersyukur akses utama yang akan mempermudah perputaran ekonomi dan pengangkutan hasil panen ini akhirnya terealisasi setelah diwariskan dari generasi sebelumnya.Acara peresmian ini berlangsung khidmat dengan iringan tausiah dari Kyai Nur Salim, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Quran Panca Mukti, dan diakhiri dengan prosesi potong pita serta tumpeng.
(ABD)
















