BENGKULU, FaktaBengkulu.com – PT Pelindo Regional 2 Bengkulu resmi memulai langkah besar dalam menata kawasan Pelabuhan Pulau Baai. Fokus utama penataan tahun ini adalah pembangunan jalan khusus internal guna menertibkan lalu lintas angkutan logistik, terutama truk batu bara yang selama ini mendominasi akses di area pelabuhan.
Pembangunan infrastruktur ini merupakan respons atas tingginya volume kendaraan berat yang menuju PLTU maupun perusahaan industri lainnya di kawasan tersebut. Selain untuk memperlancar arus logistik, langkah ini diambil untuk menekan risiko kerusakan jalan akibat muatan berlebih atau Over Dimension Over Load (ODOL).
General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizki Kusmayadi, menjelaskan bahwa proyek ini didanai langsung oleh anggaran Pelindo Pusat. Jalan tersebut nantinya akan menggunakan konstruksi hot mix berkualitas tinggi sepanjang beberapa kilometer di atas lahan resmi milik Pelindo.
“Pembangunan ini bertujuan untuk penguatan infrastruktur sekaligus penertiban akses di kawasan pelabuhan. Selama ini, banyak pihak luar yang menggunakan jalan pelabuhan tidak sesuai peruntukannya,” ujar Dimas.
Saat ini, proyek masih dalam tahap perencanaan teknis dan proses lelang. Jika seluruh proses administrasi berjalan sesuai jadwal, pengerjaan fisik ditargetkan mulai digarap sebelum Idulfitri 2026 dan rampung pada tahun yang sama.
Tidak hanya soal fisik jalan, Pelindo juga akan memperketat pengawasan terhadap kendaraan ODOL. Penertiban ini akan dikoordinasikan langsung dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk memastikan standar keamanan transportasi terpenuhi.
Langkah Pelindo ini mendapat dukungan penuh dari legislatif. Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menegaskan bahwa penataan ini memang sudah seharusnya dilakukan mengingat status lahan tersebut.
“Jalan itu mutlak merupakan kewenangan Pelindo. Kita mendukung penuh langkah penataan ini agar kawasan pelabuhan menjadi lebih aman, tertib, dan profesional,” tegas Teuku.
Dengan adanya jalan khusus ini, diharapkan konflik arus lalu lintas antara kendaraan operasional pelabuhan dan kendaraan industri lainnya dapat terurai. Penataan ini diprediksi akan meningkatkan efisiensi bongkar muat di Pelabuhan Pulau Baai, yang merupakan urat nadi ekonomi Provinsi Bengkulu.
(ABD)









