SELUMA, FaktaBengkulu.com – Kabar gembira menyelimuti warga pesisir Kabupaten Seluma. Penantian panjang akan akses transportasi yang layak akhirnya terbayar lunas. Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, secara resmi meresmikan Jembatan Matan yang terletak di Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan, pada Jumat (6/2/2026).
Peresmian ini menjadi tonggak sejarah baru bagi mobilitas warga Desa Pasar Seluma dan Desa Rawa Indah. Selama bertahun-tahun, masyarakat di dua desa ini harus berjuang melawan sulitnya akses akibat rusaknya jembatan lama yang hancur tergerus ombak.
Solusi Konkret Setelah Bertahun-tahun Terisolasi
Dulu, warga terpaksa menempuh jalur memutar dengan waktu tempuh hingga satu jam hanya untuk mencapai wilayah tetangga. Namun, dengan hadirnya jembatan baru sepanjang 100 meter ini, jarak tempuh kini terpangkas secara signifikan menjadi hitungan menit saja.
“Jembatan ini bukan sekadar beton yang menghubungkan dua wilayah, tapi urat nadi ekonomi dan sosial masyarakat. Sekarang warga tidak perlu lagi memutar jauh, akses sudah jauh lebih mudah dan cepat,” ujar Gubernur Helmi Hasan dalam sambutannya yang disambut antusias warga.
Investasi Besar untuk Infrastruktur Kokoh
Pemerintah Provinsi Bengkulu tidak main-main dalam membangun infrastruktur strategis ini. Jembatan Matan dibangun dengan konstruksi beton bertulang (High Durability) untuk memastikan ketahanan maksimal terhadap korosi air laut.
Dengan anggaran mencapai kurang lebih Rp16 Miliar, jembatan ini dirancang untuk bertahan hingga puluhan tahun ke depan sebagai penopang ekonomi kerakyatan di sektor perikanan dan pertanian Seluma.
Hendri Satrio: Pak Helmi Hasan Mencetak Sejarah!
Kunjungan kerja Gubernur ke Desa Pasar Seluma ini mendapat apresiasi tinggi dari Anggota DPRD Dapil 1 Seluma, Hendri Satrio. Ia menyebut pembangunan ini sebagai prestasi yang luar biasa.
“Sebagaimana yang disampaikan tokoh masyarakat tadi, konon sejak zaman Inggris jembatan ini tidak pernah dibangun permanen. Baru di era kepemimpinan Pak Helmi Hasan inilah mimpi itu terwujud. Saya kira beliau memberikan legacy yang positif, karya ini akan dicatat sejarah dan terpatri dalam benak masyarakat,” ujar Hendri.
Hendri juga berpesan agar seluruh elemen masyarakat bekerja sama menjaga bangunan yang sudah ada. Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap kendaraan yang melintas, terutama yang memiliki bobot berlebih atau over tonase.
“Tentu kita berharap jembatan ini awet. Masyarakat harus sama-sama mengawasi. Jembatan ini milik rakyat, bukan milik segelintir pengusaha saja,” tegasnya.
Selain jembatan, Hendri mengungkapkan bahwa dirinya diperintahkan langsung oleh Gubernur untuk menginventarisir permasalahan infrastruktur lainnya di Seluma. Fokus selanjutnya adalah mengawal proposal pembangunan jalan, pemasangan beronjong di area rawan abrasi, serta perbaikan link jalan provinsi yang menjadi wewenang pemerintah daerah.
(ABD)









