BENGKULU, FaktaBengkulu.com – Pemandangan berbeda terlihat di kawasan Jalan KZ Abidin pada Kamis pagi (5/2/2026). Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu berkumpul bukan tanpa alasan. Dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, apel pagi kali ini menjadi momentum pembuktian janji pemerintah terhadap penataan pasar yang humanis.
Dalam amanatnya, Dedy Wahyudi menegaskan bahwa kehadiran para ASN di lokasi tersebut bukan sekadar rutinitas formalitas. Ini adalah langkah konkret pasca-penataan kawasan yang sebelumnya dipadati pedagang kaki lima (PKL) di atas trotoar.
Dedy mengingatkan kembali komitmennya saat proses relokasi dilakukan: Pemerintah tidak hanya menertibkan, tapi juga membantu menghidupkan ekonomi pedagang di dalam pasar.
“Saat melakukan penataan kawasan, saya berjanji akan mengerahkan seluruh ASN untuk berbelanja ke dalam pasar. Hari ini kita buktikan komitmen itu,” tegas Dedy di hadapan peserta apel.
Gerakan Belanja: Dari KZ Abidin Menuju Panorama
Lebih lanjut, sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat ini menjelaskan bahwa aksi ini merupakan sebuah gerakan bersama. Tujuannya jelas, yakni mengubah stigma dan mengajak masyarakat untuk kembali meramaikan bagian dalam pasar agar lebih tertib dan nyaman.
Aksi serupa dipastikan tidak berhenti di sini. Dedy membocorkan bahwa gerakan “ASN Belanja” akan terus berlanjut ke titik-titik pasar lainnya di Kota Bengkulu, termasuk Pasar Panorama yang menjadi urat nadi ekonomi warga.
“Kita ingin menunjukkan bahwa berbelanja di dalam pasar itu lebih baik. Jika masih ada kekurangan fasilitas, tentu akan kita lengkapi secara bertahap. Insyaallah, para pedagang akan langsung merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Menutup arahannya, Dedy mengimbau seluruh ASN yang hadir untuk tidak pulang dengan tangan hampa. Ia mengharapkan setidaknya setiap abdi negara membawa minimal satu kantong belanjaan sebagai bentuk dukungan nyata kepada para pedagang lokal.
Langkah ini diapresiasi sebagai strategi cerdas untuk menyeimbangkan antara ketertiban tata kota dan kesejahteraan pedagang. Dengan ribuan ASN yang bergerak, perputaran uang di pasar tradisional diharapkan meningkat signifikan dalam waktu singkat.
(ABD)









