LEBONG, faktabengkulu.com – Langkah cepat diambil Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam menangani dampak bencana alam di Kabupaten Lebong. Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, turun langsung menyalurkan bantuan logistik dan dana tunai senilai total Rp102 juta untuk meringankan beban warga yang dihantam banjir bandang, Kamis (9/4/2026).
Bencana yang dipicu oleh tingginya intensitas hujan dalam sepekan terakhir ini sempat melumpuhkan aktivitas warga. Selain merendam ratusan pemukiman, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan infrastruktur vital dan memutus akses transportasi di beberapa titik desa yang kini sempat terisolasi.
Fokus Utama: Kebutuhan Dasar dan Kesehatan
Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa dalam masa tanggap darurat ini, prioritas utama pemerintah adalah memastikan tidak ada warga yang kelaparan dan layanan kesehatan tetap berjalan.
“Bantuan ini adalah wujud nyata kehadiran negara di tengah musibah. Kami ingin memastikan pasokan pangan aman dan tim medis siap siaga untuk mencegah penyakit pascabanjir seperti diare dan infeksi kulit,” ujar Helmi Hasan di sela-sela penyerahan bantuan.
Sinergi Lintas Sektoral: Ribuan Paket Logistik Meluncur
Tak hanya bantuan tunai dari Gubernur, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lembaga sosial turut bergerak serentak membawa bantuan stimulan:
- Baznas: Mendistribusikan 1.500 paket sembako, uang tunai, serta 1 ton beras untuk dapur umum.
- Dinas Sosial: Menyalurkan tenda darurat, 200 selimut, kasur, makanan anak, hingga kursi roda bagi warga difabel/lansia.
- BPBD Provinsi: Menyuplai kebutuhan pokok posko induk seperti mie instan, gula, dan minyak goreng.
- Dinas Kesehatan: Menyiagakan obat-obatan, air mineral, dan nutrisi tambahan.
- DP3APPKB: Menyalurkan beras serta pakaian layak pakai untuk keluarga terdampak.
Apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Lebong
Bupati Lebong, Azhari, menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat jajaran Pemprov Bengkulu. Menurutnya, koordinasi yang solid antara kabupaten dan provinsi adalah kunci pemulihan pascabencana yang efektif.
“Kami sangat berterima kasih. Saat ini fokus kami adalah pendataan kerusakan, pembersihan material lumpur, dan membuka kembali akses jalan yang terputus agar mobilitas warga kembali normal,” jelas Azhari.
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif di wilayah Bengkulu dan sekitarnya, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan. Semangat gotong-royong antarwarga diharapkan terus terjaga demi mempercepat proses normalisasi wilayah yang terdampak.
(ABD)













