BENGKULU, FAKTABENGKULU.COM – Pesona Pasir Putih di kawasan Pantai Panjang Bengkulu kini tengah bersolek. Namun, di balik aksi bersih-bersih lingkungan yang digelar pemerintah daerah, terselip sebuah peringatan keras bagi para pelaku usaha yang mencoba bermain curang dengan wisatawan.
Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, bersama Wakil Walikota Ronny PL Tobing, turun langsung memimpin aksi gotong royong kebersihan di kawasan tersebut pada Rabu pagi (18/3/2026). Tidak hanya sekadar memegang sapu, Dedy memanfaatkan momen ini untuk memberikan “warning” keras kepada para pedagang dan pengelola jasa wisata.
Sentil Fenomena Harga “Mencekik”
Dedy menegaskan bahwa dirinya tidak ingin lagi mendengar laporan miring dari wisatawan mengenai harga sewa lapak maupun kuliner yang tidak masuk akal, atau yang kerap dikenal dengan istilah fenomena “getok harga”.
“Saya tidak mau lagi dengar ada orang komplain sewa lapaknya sampai Rp500.000. Kelapa muda Rp20.000–Rp25.000, es teh Rp25.000, hingga parkir motor Rp5.000. Itu tidak masuk akal,” tegas Dedy dengan nada bicara serius di hadapan jajaran pejabat dan warga.
Menurutnya, praktik semacam ini adalah racun bagi industri pariwisata Kota Bengkulu. Sekali wisatawan merasa tertipu, maka citra buruk akan melekat selamanya dan menghambat kemajuan ekonomi daerah.
Ancaman Sanksi dan Tindakan Tegas
Pemerintah Kota Bengkulu memastikan tidak akan memberikan ruang bagi oknum yang merusak nama baik kota demi keuntungan pribadi sesaat. Dedy menekankan bahwa pengawasan akan diperketat dan sanksi nyata telah menanti para pelanggar.
- Tanpa Toleransi: Setiap laporan kenaikan harga yang tidak wajar akan langsung ditindaklanjuti.
- Pemberantasan Pungli: Pihak Pemkot bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menyisir praktik pungutan liar (pungli) di kawasan wisata.
- Kolaborasi Semua Lini: Pedagang diajak untuk menjadi “tuan rumah” yang baik guna menciptakan kenyamanan bagi pengunjung.
“Nanti kalau ada itu (harga tak wajar), mohon maaf, kita akan tindak. Tidak ada tolerir. Saya tidak mau kota ini jelek gara-gara hal seperti itu,” tambahnya lagi.
Aksi Bersih Bareng Aparat
Kegiatan gotong royong ini juga diperkuat dengan kehadiran Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol. Rahmad Hidayat, Pj Sekda Medy Pebriansyah, serta jajaran pejabat Pemkot dan Polresta Bengkulu. Kehadiran unsur kepolisian ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pengamanan di objek wisata unggulan Bengkulu akan semakin diperketat, baik dari sisi kebersihan maupun keamanan dari praktik premanisme.
Pantai Panjang diharapkan bukan hanya bersih secara fisik dari sampah, tetapi juga “bersih” dari praktik-praktik curang yang merugikan kantong wisatawan.
(ABD)













