REJANG LEBONG, FaktaBengkulu.com – Pahit getir harus dirasakan Pulung (72), seorang warga Gang Kenangan, Kelurahan Talang Benih, Kecamatan Curup. Di saat umat Muslim tengah bersiap menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang tinggal menghitung hari, rumah peninggalannya justru ludes dilalap si jago merah pada Rabu (18/3/2026) siang.
Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 15.21 WIB. Saat api berkecamuk, Pulung sedang berjuang mencari nafkah di pangkalan ojek. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa kepulangannya hari itu akan disambut oleh puing-puing bangunan yang masih berasap.
Kronologi: Berawal dari Suara Mencurigakan di Kamar Depan
Berdasarkan keterangan Kapolsek Selupu Rejang, Iptu Azmi Aryanto, api pertama kali diketahui oleh Sri, anak korban yang berada di dalam rumah. Awalnya, Sri mendengar suara berisik yang mencurigakan dari arah kamar depan.
“Saksi (Sri) sempat mendengar suara dari kamar depan, namun tidak langsung diperiksa. Tak lama kemudian, api muncul dan langsung membesar,” ujar Iptu Azmi.
Sontak, Sri berteriak histeris meminta tolong. Beruntung, seluruh anggota keluarga yang ada di dalam rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api menjalar ke seluruh bagian bangunan yang bermaterial mudah terbakar.
Harta Benda dan Motor Ludes Tanpa Sisa
Upaya pemadaman sempat dilakukan secara manual oleh warga sekitar sebelum tiga unit armada pemadam kebakaran (Damkar) tiba di lokasi. Meski api berhasil dijinakkan berkat kerja sama tim Damkar, TNI, Polri, dan warga, bangunan rumah Pulung beserta isinya tidak dapat diselamatkan.
Dampak kerugian yang dialami keluarga Pulung meliputi:
- Seluruh perabotan rumah tangga dan pakaian.
- Satu unit sepeda motor milik anak korban.
- Stok logistik dan perlengkapan untuk persiapan Lebaran.
- Estimasi kerugian materiil mencapai Rp 200 juta.
“Bingung pak, habis semua. Tidak ada harta benda yang selamat. Tapi alhamdulillah keluarga selamat semua,” tutur Pulung dengan nada lirih saat diwawancarai di lokasi kejadian.
Penyebab Kebakaran dan Kondisi Terkini Korban
Kepala Dinas Damkar Rejang Lebong, Andy Ferdian, menyatakan bahwa dugaan kuat penyebab kebakaran adalah korsleting arus listrik.
“Api diduga berasal dari arus pendek di kamar depan yang kemudian merambat dengan cepat,” jelasnya.
Saat ini, Pulung dan keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah tetangga terdekat. Mengingat jarak rumah kerabat yang cukup jauh, dukungan dari lingkungan sekitar menjadi tumpuan utama mereka untuk sementara waktu.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat Rejang Lebong untuk selalu waspada terhadap instalasi listrik di rumah, terutama saat beban listrik meningkat menjelang hari raya.
(ABD)













